Minggu, 31 Mei 2026

Petisi Kritik Presiden Jokowi Disorot Ulama Jombang

Photo Author
- Minggu, 4 Februari 2024 | 07:25 WIB
Sekolah Internasional Aqobah Santri PonPes Jombang (Foto istimewa)
Sekolah Internasional Aqobah Santri PonPes Jombang (Foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Gelombang petisi sejumlah Guru Besar diberbagai Kampus Negeri Indonesia mendapat sorotan dari Pengasuh Pondok Pesantren Aqobah International School (AIS) KH Ahmad Junaidi Hidayat.

Ditemui saat menggelar acara Mujahadah dan Doa untuk Pemilu 2024 Indonesia yang Damai, KH Ahmad Junaidi menyampaikan kami sebagai pengasuh Pondok Pesantren dan para santri memiliki pikiran sama, kita pingin Pemilu ini damai, Pemilu membawa dorongan untuk menjadikan bangsa ini lebih cerdas untuk berdemokrasi.

Baca Juga: Kritik Jokowi, Din Syamsuddin Sebut Pilpres 2024 sebagai Demokrasi Terburuk dalam Sejarah Indonesia

"Jadi menurut saya ndak perlu, tidak sepatutnya para intelektual di kampus itu melakukan hal - hal yang justru akan menimbulkan keresahan kepada masyarakat," kata KH Ahmad Junaidi saat di aula Pondok Pesantren AIS Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (3/2/2024).

Menurut KH Junaidi akrab disapa menyampaikan kalau dianggap ada kecurangan, melukai terhadap demokrasi pihaknya mempersilahkan banyak saluran yang dipakai.

Baca Juga: Soal Presiden Boleh Kampanye dalam Pilpres 2024, Berikut Tanggapan Netizen Terhadap Pernyataan Jokowi

"ya silahkan lah kita punya banyak saluran. Kita ada DPR jika presiden dinggap melakukan penyimpangan atas undang - undang, penyimpangan atas kekuasaan," terangnya.

KH Junaidi menyampaikan, tidak patut mengumbar pernyataan yang justru itu akan menggelisahkan kepada masyarakat. Bangsa ini butuh kedamaian, silahkan, kita tidak anti terhadap berbagai macam kritik dan pendapat kepada pemerintah, itu perlu.

Baca Juga: Dukung Rencana Mahfud MD Mundur, FX Rudy: Fokus pada Pilpres 2024!

"Tetapi tentu harus lihat situasi, ini kan sudah mendekati Pemilu. Kenapa harus sekarang berbicara hal yang sesungguhnya sudah kemarin," urainya.

Kalau memang ada yang gak bener, silahkan pada saluran, mereka kan orang - orang intelek, kenapa harus menciptakan suasana seperti itu.

Baca Juga: Jokowi Ijinkan Pejabat Negara berpihak di Pilpres 2024, Perludem: Dangkal dan menjadi Pembenar

Kami butuh damai, kita tidak bisa sekolah tanpa ada kedamaian, tanpa ada kebijakan yang bener dari masyarakat.

Disinggung ada unsur politik, KH Junaidi memastikan hal itu. "Itu pasti kalau saya melihat pasti, itu by design, tidak mungkin," tegasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB