NAWACITAPOST.COM — Dunia otomotif regional kembali diguncang oleh insiden mekanis yang mengerikan. Sebuah mobil SUV Chery Omoda 5 dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga bagian komponen axle dan roda belakangnya terlepas di kawasan Jalan Pandan, dekat AEON Mall Tebrau City, Johor Bahru, Malaysia.
Berdasarkan foto dan video yang beredar luas di media sosial, bagian belakang kendaraan buatan pabrikan asal Tiongkok tersebut tampak mengalami kerusakan struktural yang cukup serius.
Visual yang memperlihatkan roda terpisah dari bodi mobil lantas memicu kecemasan mendalam di kalangan pemilik kendaraan, sekaligus memunculkan pertanyaan krusial mengenai keselamatan berkendara: seberapa bahaya sebenarnya jika komponen fatal ini sampai mengalami kegagalan fungsi atau patah saat melaju?
Meski demikian, penyebab pasti dari insiden ini belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi visual kendaraan yang beredar. Pemeriksaan teknis secara menyeluruh masih diperlukan untuk mengidentifikasi komponen mana yang pertama kali mengalami kegagalan struktural serta faktor utama yang menyebabkannya.
Vitalnya Fungsi Axle Shaft dalam Sistem Penggerak
Untuk memahami potensi risiko dari insiden semacam ini, penting untuk mengenali fungsi utama dari axle shaft atau poros roda dalam konstruksi otomotif. Mengutip laman resminya, Toyota menjelaskan bahwa axle shaft merupakan salah satu komponen vital dalam sistem differential.
“Axle shaft merupakan komponen yang menghubungkan differential dengan roda. Komponen ini juga bertugas meneruskan tenaga dari differential menuju roda mobil,” tulis Toyota dalam laman resminya.
Penjelasan resmi tersebut merupakan gambaran umum mengenai fungsi mekanis poros roda pada kendaraan dan tidak berhubungan langsung dengan insiden Omoda 5 di Malaysia.
Secara sederhana, axle shaft bertindak sebagai urat nadi yang meneruskan daya putar dari sistem penggerak menuju roda agar kendaraan dapat berjalan secara stabil.
Toyota juga menambahkan bahwa keberadaan differential memungkinkan roda kiri dan kanan berputar dengan kecepatan yang berbeda ketika kendaraan bermanuver di tikungan. Hal ini krusial karena roda di bagian luar lintasan harus menempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan roda di sisi dalam.
Ancaman Bahaya dan Risiko Kegagalan Fungsi Poros Roda
Mengingat peran axle shaft yang sangat vital dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda, kerusakan pada bagian ini membawa konsekuensi keselamatan yang serius. Tingkat bahaya yang diakibatkan sangat bergantung pada jenis serta letak kerusakan yang terjadi.
Kerusakan ringan pada salah satu bagian tentu memberikan dampak yang berbeda jika dibandingkan dengan kondisi ekstrem di mana komponen mengalami kegagalan mekanis total atau terpisah penuh dari sistemnya.
Jika jalinan antara sistem penggerak dan roda terputus secara mendadak saat mobil berkecepatan tinggi, kontrol kendaraan dapat hilang seketika dan memicu kecelakaan fatal.
Oleh sebab itu, apabila terdeteksi abnormalitas atau kerusakan pada komponen di sekitar roda maupun sistem penggerak, kendaraan harus segera dihentikan dan diperiksa secara intensif sebelum aman untuk dikembalikan ke jalan raya.
Penanganan Cermat: Belum Bisa Dipastikan As Roda Patah
Terkait insiden Omoda 5 di Malaysia, para ahli menyarankan agar publik dan pengamat otomotif bersikap cermat serta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa telah terjadi "as roda patah".
Kondisi bagian belakang yang terlepas tidak secara otomatis membuktikan bahwa axle shaft mengalami patah fisik. Ada berbagai kemungkinan teknis lain, seperti kerusakan pada rangkaian sistem suspensi, axle beam, atau baut sambungan yang mengalami kelonggaran berat.
Investigasi teknis yang mendalam tetap menjadi syarat mutlak untuk menyingkap tabir penyebab insiden tersebut.
Bayang-Bayang Track Record Kasus Axle 2024
Perhatian publik terhadap insiden ini kian menyedot sorotan lantaran Chery Omoda 5 memiliki rekam jejak terkait persoalan axle di Malaysia pada tahun 2024.
Pada April 2024, Chery Auto Malaysia sempat merilis pernyataan resmi usai menerima laporan keluhan axle dari salah satu pengguna Omoda 5.
Unit tersebut langsung ditarik ke pusat servis resmi untuk investigasi mendalam. Langkah tersebut berlanjut dengan tindakan penarikan (recall) guna mengganti rear axle beam serta memeriksa unit kendaraan lain yang berpotensi terdampak.
Pada 4 Mei 2024, Chery Auto Malaysia secara terbuka mengonfirmasi bahwa masalah tersebut bersumber dari fasilitas manufaktur pemasok. Penggantian welding tip pada robotika pabrik telah menyebabkan salah kalibrasi pada peralatan pengelasan otomatis, yang berdampak pada ketahanan sambungan komponen.
Kala itu, Chery mendeteksi ada 60 unit dengan komponen terdampak langsung dan memperluas pemeriksaan ketat terhadap 600 unit Omoda 5 yang diproduksi pada rentang 14–17 Agustus 2023.
Kendati sama-sama melibatkan area axle belakang, terlalu dini dan tidak tepat untuk menghubungkan insiden terbaru ini dengan kasus manufaktur pada tahun 2024.
Kasus terdahulu telah diselesaikan melalui prosedur investigasi dan recall resmi, sementara insiden di Jalan Pandan masih berada di tahap awal penyelidikan teknis. Catatan masa lalu tersebut sejauh ini hanya menjadi rujukan historis, bukan bukti sah atas penyebab insiden terkini.
Baca Juga: Dari Keluhan Menjadi Kebijakan, Yasonna Laoly Ungkap Perjalanan Aspirasi Rakyat di DPR RI
Hingga saat ini, kepastian yang ada barulah fakta bahwa unit Omoda 5 mengalami insiden serius hingga bagian roda belakangnya terlepas, sementara penyebab teknis utamanya masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang dan pabrikan.