NAWACITAPOST.COM - Sibuknya mengurus dunia, manusia dibuat lupa untuk sekedar mengingat akhirat beserta perangkatnya. Padahal mengingat akherat beserta semua yang akan kita alami, harus kita fahami mulai sekarang agar kita tetap teguh memegang keyakinan pada Allah.
Sebuah fenomena baru yang sekarang lagi ngetren adalah banyak anak muda yang menyepelekan ibadah, entah ibadah wajib atau sunah. Mereka berfikir urusan ibadah itu urusan yang gampang dan bisa di rapel kelak kalau sudah tua atau mapan, padahal datangnya maut tidak mengenal usia. Semoga dengan memgetahui yaumul akhir akan menambah keimanan dan semangat menjalankan ibadah.
Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Yaumul akhir adalah hari akhirat, yang dalam Islam terbagi menjadi enam. Di antara enam tahapan Yaumul Akhir yaitu Alam Barzakh, Yaumul Ba'ats, Yaumul Mahsyar, Yaumul Hisab, Yaumul Mizan, dan Yaumul Jaza.
Bagi orang beriman dan taat kepada perintah Allah, kehidupan akhirat terdapat segala kenikmatan yang diidamkan setiap jiwa. Kehidupan akhirat juga menyejukkan setiap pandangan. Ia merupakan Dârus-Salâm, bersih dari segala kekurangan, bebas dari mara bahaya, steril dari penyakit, tidak ada kematian, serta bebas dari segala kesusahan dan kecemasan.
Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!
Sebaliknya bagi orang yang durhaka pada Allah dan banyak dosa, dia akan menikmati kehidupan yang sengsara di neraka dengan berbagai siksaannya.
Setelah mati, manusia memasuki alam barzah atau alam kubur. Alam kubur merupakan tempat penantian arwah orang-orang yang sudah meninggal sebelum dibangkitkan kembali oleh Tuhan dalam bentuk baru.
Baca Juga: Rahasia Kasih Sayang Seorang Ibu
Empat perkara yang ditanyakan pada hari kiamat antara lain, tentang usia dan bagaimana seseorang menghabiskannya, tentang masa muda dan bagaimana mereka menjalaninya, tentang harta dan bagaimana dia mencari hingga membelanjakannya, serta tentang ilmu dan bagaimana diamalkannya
Akherat itu benar adanya, semua perjalanan manusia setelah di alam dunia adalah Haq, maka kita mesti harus menanam kebaikan sebagai bekal nanti di sana. Di alam akherat tidak ada orang dalam, saling membantu dengan lainnya atau melakukan KKN. Hanya amal soleh, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat yang akan menemani kita.
Baca Juga: Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun
Cara berfikir Ilahiyah seseorang akan mengilhami perilaku dan sikap seseorang dalam mempersiapkan kehidupan akherat. Maka selama masih di dunia, yang sebagai orang tua wajib memberikan pemahaman hakekat hidup dan pentingnya ibadah. Bagi anak harus sadar kalau orang tua memiliki kewajiban untuk menuntun dalam kebaikan dan kebenaran.
Allah memerintahkan untuk menjaga diri kita dan kekuarga kita dari api neraka. Maka walau sudah dewasa kewajiban mengingatkan urusan ibadah tetap harus dilakukan, karena salahnya anak orang tua juga ikut menanggung.
Nganjuk, Rabu 4 April 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan