novel

Menjelang Idul Fitri dan Kesedihan Hati

Rabu, 3 April 2024 | 19:46 WIB
HM Basori M.Si (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Hadirnya Romadlon dan kesempatan menemui bulan suci adalah sebuah anugerah terbesar dalam hidup, karena kita bisa melakukan ibadah yang sangat istimewa dan besar pahalanya. Yang lebih luar biasa lagi, Allah sendiri yang akan memberikan pahala Bagi orang yang mau menjalankan ibadah puasa dengan penuh keihlasan dan kesabaran hati.

Namun tahukah anda ketika Romadlon mau selesai dan menjelang Idul fitri ada beberapa orang yang merasa sedih bahkan meneteskan air mata ?? Dia merasa bersedih karena keterbatasan ekonomi, beban hidup yang berat dan serba terbatas, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dan membelikan Baju baru untuk anak anaknya. Sikap bersedih atau bahkan menangis sebenarnya tidak perlu terjadi, namun karena manusia memiliki hati nurani dan kasih sayang, maka harus kita maklumi.

Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah

Maka, kita semua memiliki kewajiban untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan terutama saudara yang memiliki keterbatasan dalam hidup. Hakekat harta benda dan kekayaan adalah titipan, maka kerabat, saudara dan orang dekat kita, mesti harus kita beri sentuhan bunga bunga sosial. Dalam urusan amal soleh kita jangan memggunakan strategi pompa diesel, dimana orang yang jauh dibantu, sementara saudara dekat tambah tidak dikasih apa apa.

Tradisi Lebaran, makan enak dan Baju baru memang harus mulai diluruskan, karena hakekat Idul Fitri adalah Kita kembali pada kesucian setelah sebulan Romadlon kita berpuasa dan memohon ampun pada Allah swt. Baju baru dan makan makan merupakan tradisi baik, karena bersedekah dan beramal soleh. Maka jika kondisi ekonomi terbatas harus menyadari dalam tetap dalam Kesederhanaan.

Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!

Memberikan kebahagiaan orang lain hanya senyum saja dapat pahala, apalagi memberi makan minum beli baju dll nya. Kita semua yang merasa mampu harus sadar untuk berbagi, karena disamping saudara kita yang lemah harus dibantu, dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain, berupa zakat. Yakin dan percayalah kalau harta yang kita dermakan nanti akan menjadi teman yang menemani kita di alam kubur hingga hati kiamat.

Jangan sampai saudara kita dan teman kita meneteskan air mata kesedihan karena tidak memberikan kebahagiaan pada keluarganya. Berbagi pada sesama itu menyenang hati disamping kita akan mendapatkan balasan dari Allah kelak di hari akhir. Jangan sampai harta yang kita miliki akan menjadi beban hisab (timbangan amal) besok di akherat, apalagi akan membakar diri kita, karena kita peroleh dengan cara yang tidak besar.


Nganjuk, Rabu 3 April 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan

Tags

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB