Siak, NAWACITAPOST.COM - Aneh tapi nyata ini lah kehidupan Setiap manusia yang berusaha untuk hidup sehat agar bisa hidup lebih lama di muka bumi yang indah ciptaan tuhan yang maha kuasa ini, tetapi hal itu tidak berlaku bagi seorang wanita inisial L yang paruh baya (54) warga Kecamatan Tualang.
Korban L (54) yang tinggal di Kampung Pinang Batang Barat, Kecamatan Tualang itu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Dia ditemukan tergantung di jendela ruang tengah rumahnya dengan kondisi sudah tidak bernyawa oleh seorang kerabatnya bernama Nermanzah yang tidak lain Sahabat Adek Korban, selasa,31/08/2022) pukul 12:30 WIB.
-
Kapolres Siak, AKBP Ronal Sumaja melalui Kapolsek Tualang, AKP Alvin Agung Wibawa membenarkan terkait peristiwa tersebut Saat Di konfrmasi awak media.
“Benar ada laporan dari warga bahwasanya ditemukan seorang wanita inisial L (54) yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Alvin.
"Mendapat informasi tersebut, personil kita langsung turun ke lokasi guna meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan pemasangan Police line," kata alvin menambahkan.
Masih kata AKP Alvin, pihaknya juga membawa jenazah L (54) ke RSUD type D Perawang untuk dilakukan visum dari pihak medis.
- Sekira Pukul 12.30 Wib Saksi 1 Sdr. NERMANZAH mendatangi rumah Korban dan memanggil korban dari pintu depan namun korban tidak menjawab kemudian korban langsung membuka pintu rumah lalu langsung menuju ruang tengah dan melihat korban posisi tergantung di dekat jendela Kamar kemudian Saksi 1 langsung berlari keluar rumah dan memberi tahu kepada Saksi. 2 Sdr DERI KARYANYANI dan menghubungi adek Korban Sdri ANI serta Bhabinkamtibmas Kp. Pinang Sebatang Barat.
- Sekira Pukul 13.00 Wib, Personil Piket Fungsi Polsek Tualang langsung mendatangi TKP dan mengamankan TPTKP dengan memasang Garis Polisi serta memintai keterangan saksi - saksi.
- Sekira Pukul 14.00 Wib, Korban dibawa ke RSUD Type D Perawang dengan mengunakan Ambulan RSUD untuk dilakukan Visum.
Pada Pukul 15.30 Wib, mayat korban di lakukan Visum oleh Tim Medis Rumah Sakit Type D Perawang, dari hasil Visum yang di lakukan oleh Tim Medis Rumah Sakit Type D Perawang bhw kesimpulan sementara tidak di temukan tanda –tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban murni bunuh diri dgn cara gantung diri
Berdasarkan keterangan dari Adek kandung Korban Sdri ANI, bahwasanya Korban mengalami Sakit ( depresi ) dan rutin berobat setiap bulannya ke Pekanbaru dan rencananya pada hari ini korban akan dibawa oleh adiknya ke Pekanbaru untuk berobat.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, bahwasanya Korban akan dibawa ke rumah Yayasan Pekanbaru dan akan di kebumikan di Pekanbaru. Ungkap Kapolsek.
"Dari hasil visum yang dilakukan pihak medis, untuk sementara waktu kita dapat menyimpulkan tidak ada ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri," imbuhnya.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, bahwa korban mengalami depresi dan rutin berobat ke Pekanbaru,Sokhiaro Halawa.
Wanita Paruh baya Alami Depresi,di Perawang Nekat Gantung Diri di kamarnya
Siak,Nawacitapoat.com - Aneh tapi nyata ini lah kehidupan Setiap manusia yang berusaha untuk hidup sehat agar bisa hidup lebih lama di muka bumi yang indah ciptaan tuhan yang maha kuasa ini, tetapi hal itu tidak berlaku bagi seorang wanita inisial L yang paruh baya (54) warga Kecamatan Tualang.
Korban L (54) yang tinggal di Kampung Pinang Batang Barat, Kecamatan Tualang itu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Dia ditemukan tergantung di jendela ruang tengah rumahnya dengan kondisi sudah tidak bernyawa oleh seorang kerabatnya bernama Nermanzah yang tidak lain Sahabat Adek Korban,
selasa,31/08/2022) pukul 12:30 WIB.
Kapolres Siak, AKBP Ronal Sumaja melalui Kapolsek Tualang, AKP Alvin Agung Wibawa membenarkan terkait peristiwa tersebut Saat Di konfrmasi awak media.
“Benar ada laporan dari warga bahwasanya ditemukan seorang wanita inisial L (54) yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Alvin.
"Mendapat informasi tersebut, personil kita langsung turun ke lokasi guna meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan pemasangan Police line," kata alvin menambahkan.
Masih kata AKP Alvin, pihaknya juga membawa jenazah L (54) ke RSUD type D Perawang untuk dilakukan visum dari pihak medis.
- Sekira Pukul 12.30 Wib Saksi 1 Sdr. NERMANZAH mendatangi rumah Korban dan memanggil korban dari pintu depan namun korban tidak menjawab kemudian korban langsung membuka pintu rumah lalu langsung menuju ruang tengah dan melihat korban posisi tergantung di dekat jendela Kamar kemudian Saksi 1 langsung berlari keluar rumah dan memberi tahu kepada Saksi. 2 Sdr DERI KARYANYANI dan menghubungi adek Korban Sdri ANI serta Bhabinkamtibmas Kp. Pinang Sebatang Barat.
- Sekira Pukul 13.00 Wib, Personil Piket Fungsi Polsek Tualang langsung mendatangi TKP dan mengamankan TPTKP dengan memasang Garis Polisi serta memintai keterangan saksi - saksi.
- Sekira Pukul 14.00 Wib, Korban dibawa ke RSUD Type D Perawang dengan mengunakan Ambulan RSUD untuk dilakukan Visum.
Pada Pukul 15.30 Wib, mayat korban di lakukan Visum oleh Tim Medis Rumah Sakit Type D Perawang, dari hasil Visum yang di lakukan oleh Tim Medis Rumah Sakit Type D Perawang bhw kesimpulan sementara tidak di temukan tanda –tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban murni bunuh diri dgn cara gantung diri
Berdasarkan keterangan dari Adek kandung Korban Sdri ANI, bahwasanya Korban mengalami Sakit ( depresi ) dan rutin berobat setiap bulannya ke Pekanbaru dan rencananya pada hari ini korban akan dibawa oleh adiknya ke Pekanbaru untuk berobat.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, bahwasanya Korban akan dibawa ke rumah Yayasan Pekanbaru dan akan di kebumikan di Pekanbaru. Ungkap Kapolsek.
"Dari hasil visum yang dilakukan pihak medis, untuk sementara waktu kita dapat menyimpulkan tidak ada ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri," imbuhnya.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, bahwa korban mengalami depresi dan rutin berobat ke Pekanbaru,Sokhiaro Halawa.