news

Terkait Viralnya Pencopotan Baliho Kampanye Untuk 2024 Mendatang Oleh Kepala Desa, Ini Kronologi Lengkap Dari Kades

Jumat, 22 Juli 2022 | 16:01 WIB
Kepala Desa Mekarsari saat menunjukkan surat pernyataan masyarakat terkait penolakan pemasangan baliho yang membuat tidak nyaman.

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Tengah viral pemberitaan media soal salah satu Kepala desa di Majalengka yang dikabarkan telah melakukan penurunan sebuah baliho yang diduga kampanye seseorang untuk mengikuti kontestasi politik di tahun 2024 mendatang.

Namun hal itu disanggah oleh Kepala Desa yang bersangkutan, Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Trian Nurita menyatakan bahwa pemberitaan yang saat ini sedang ramai itu tidak benar.

Dia mengungkapkan bahwa kronologi yang benar ialah dimana sebelum lebaran idul Adha kemarin, dirinya mendapat laporan dari salah satu RT dimana ada orang yang memasang baliho diwilayahnya.

"Sebelum idul Adha kemarin tepatnya dua hari sebelum itu pak RT laporan ke salah satu pamong saya di desa bahwa akan ada pemasangan baliho. Belum sempat saya mengijinkan pemasangan itu pas idul Adha ternyata sudah dipasang," ungkap Trian Nurita saat dikonfirmasi, Jumat (22/07/2022).

Kades Mekarsari itupun menambahkan, pihaknya merasa bahwa dengan terpasangnya baliho tersebut dirinya merasa tersinggung. Pasalnya pemasangan itu selain belum mendapat ijin juga penempatannya berada ditanah milik pemerintah desa.

"Belum juga saya mengeluarkan ijin dengan penuh pertimbangan, ini sudah dipasang juga masalahnya pemasangan itu ada ditanah milik desa,” ucapnya.

Tak hanya itu, yang menjadi masalah lain ialah pemasangan baliho tersebut mengakibatkan beberapa kendaraan roda empat mengalami lecet akibat benturan dengan baliho.

Selain telah menghalangi kendaraan roda empat, juga banyak masukan dari masyarakat terkait isi dari baliho tersebut. Adapun gambar dari baliho itu berisi tentang poto seseorang dengan menjurus pada kontestasi politik 2024 mendatang.

“Setelah mendapat masukan dari masyarakat terkait baliho itu, para masyarakat saya lalu berinisiatif membuat surat pernyataan bahwa terkait pemasangan itu dengan beberapa point' diantaranya ialah belum memiliki ijin, mengganggu pengguna jalan khususnya roda empat, kita juga tidak mau diklaim desa Mekarsari menjadi pendukung dari orang yang ada dibaliho tersebut karena orang sudah faham dengan ada apa di tahun 2024 nanti,” ujarnya.

Adapun soal dialihkan tempat baliho ke tempat lain itu sudah sesuai komunikasi dengan tim yang dianggap tim dari Poto yang ada dibaliho tersebut. Sehingga dia menyanggah bahwa tidak benar kalau dirinya atau pihak desa sengaja melakukan penurunan paksa.

"Untuk penurunan ataupun pemindahan baliho sudah berdasarkan komunikasi kita dengan tim nya mereka. Adapun soal video yang beredar pamong desa dan warga saat memindahkan baliho itu atas permintaan dari mereka dengan tanpa disadari oleh bawahan saya. Sehingga video itu dibuat seolah olah pihak desa telah melakukan penurunan paksa,” tandasnya.

Tags

Terkini