Surabaya NAWACITAPOST - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali mengirimkan tim proyek kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana Semeru di desa penanggal, kabupaten Lumajang.
Giat Peduli Semeru ini merupakan implementasi kegiatan Proyek Kemanusiaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan koordinator pelaksana kegiatan Dr. Sukma Sahadewa, yang merupakan Dosen Fakultas kedokteran UWKS.
Pelepasan tim dilakukan oleh Rektor UWKS, Prof. H. Widodo Ario Kentjono, di halaman kampus yang dikenal berbudaya tersebut, Rabu 9 Februari 2022.
-
Mewakili pak Rektor, WaRek Bidang Kemahasiswaan dan Humas UWKS, Dr. Edi Krisharyanto, berharap kegiatan sosial ini dapat berjalan baik dan lancar, sehingga memberi manfaat bagi warga terdampak pasca bencana erupsi gunung Semeru.
" Ini merupakan amanah dari pak Rektor untuk mengambil langkah-langkah menjalankan salah satu Dharma yaitu Pengabdian Masyarakat yang kali ini kepada korban erupsi Semeru di Lumajang," ungkapnya.
Sesuai gagasan pak Rektor, menurut Warek Edi, tidak hanya bantuan dan kegiataan saat ini, tapi kedepan juga akan diupayakan terus menjalin kerjasama dengan Pemda Lumajang di berbagai bidang.
" Ini yang menjadi poinnya. Kampus UWKS akan eksis berdharma bakti kepada masyarakat," pesannya.
-
Tiba di lokasi, rombongan tim Peduli Semeru UWKS disambut langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati.
Selain berterima kasih dan mengapresiasi proyek kemanusiaan yang dilakukan oleh UWKS, Wakil Bupati perempuan ini juga mengaku saat ini sedang fokus membangun rumah sementara dan hunian tetap di relokasi Desa Sumber Mujur sebanyak 1951 unit rumah di lahan negara seluas 81 hektar.
" Target kami, maksimal Maret akhir sudah selesai. Karena tidak sehat jika masyarakat dibiarkan terlalu lama ditempat pengungsian," ucapnya.
Ditempat yang sama, koordinator pelaksana kegiatan Dr. Sukma Sahadewa mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu tugas dari perguruan tinggi yang biasa dinamakan dengan Tri Dharma perguruan tinggi, yang diantaranya adalah Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
" Saat ini kami melakukan poin yang ketiga, yaitu pelatihan hingga turun langsung ke masyarakat untuk mengabdi. Dan UWKS memberi nama Proyek Kemanusiaan," jelasnya kepada Wabup dan masyarakat yang hadir.
Ada lima hal yang dilakukan dalam proyek kemanusiaan kali ini, antara lain Bantuan uang tunai dan Pelayanan Kesehatan gratis selama 4 hari.
Kemudian juga dilakukan Trauma Healing kepada para keluarga korban dan melakukan Bedah Rumah bagi masyarakat.
Dan yang terakhir adalah, karena kampus UWK adalah kampus budaya, maka kita juga memberikan suatu evort (upaya, red) kepada warga setempat terutama anak-anak untuk melakukan kegiatan budaya seperti menari, menyanyi, baca puisi dll.
" Mudah-mudahan hal ini gayung bersambut, yang bisa kita sinergikan terus antara Pemda Lumajang dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya," terang Dr. Sukma.
Diterangkan kepada media, sesuai jadwal Proyek kemanusiaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang berlangsung 4 hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Februari 2022, berlangsung dengan baik dan lancar. (BNW)