news

Wujudkan Kampus Berwawasan 'Kejibeling', UWKS Laksanakan Pameran dan Kontes Bonsai

Rabu, 9 Februari 2022 | 21:56 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya bekerjasama dengan PPBI (Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia) Kota Surabaya dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) 'Floranesia' Sidomulyo, mengadakan kegiatan pameran dan kontes tanaman bonsai yang digelar sejak 7 hingga 17 Februari 2022 nanti.

Acara diselenggarakan di Kampung Waringin Unggul Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, tepatnya Pelataran Candi Penataran Green Tower yang telah di desain ramah lingkungan dengan memanfaatkan energy alam, pelestarian hayati.

Diketahui bersama, nuansa budaya kampus Wijaya Kusuma Surabaya telah menerima penghargaan Rekor Dunia MURI sebagai Kampus Budaya Kemajapahitan.

Kegiatan pameran dan kontes diikuti 160 tanaman bonsai yang berasal dari beberapa di Jawa Timur, antara lain dari Tuban, Bondowoso, Lamongan, Gresik, Kediri, Jombang, Sidoarjo, Madura dan sekitarnya serta dari Surabaya selaku tuan rumah. Termasuk beberapa datang dari Surakarta Jawa Tengah.

Untuk penjurian, sesuai informasi dari para Juri, telah dilakukan pada tanggal 7 dan 8 Februari, sehingga sudah terpilih predikat baik, baik sekali, sekaligus the best in show atau Bonsai terindah pada pameran dan kontes tahun ini.

Dalam sambutan pembukaan, Rabu 9 Februari 2022, Rektor UWKS Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono mengatakan, diadakannya gelaran ini adalah untuk melanjutkan cita-cita pendiri UWKS yang mempunyai pola ilmiah pokok yaitu wawasan lingkungan dan kewirausahaan. Sehingga dalam setiap pengelolaan pendidikan di UWKS selalu mengedepankan pelestarian lingkungan.

Rektor mengaku telah mengeluarkan PerRek (Peraturan Rektor) tentang pedoman pengelolaan kampus berwawasan Keluhuran jiwa berbenah lingkungan (Kejibeling) di UWKS.

Harapannya, kampus ini mampu mewujudkan suasana yang bersih, sejuk, dan nyaman. Serta mendukung iklim kehidupan kampus yang dinamis berkelanjutan karena memenuhi kriteria 'Green Campus'.

" Pameran dan kontes Bonsai ini merupakan pelestarian keanekaragaman hayati yang mendukung terciptanya Green Campus, karena didalamnya ada penggabungan alam dan seni, juga keanekaragaman hayati dan budaya," ucap Prof. Widodo.

" Semoga dengan pameran dan kontes Bonsai ini, menjadikan kita semakin mencintai dan melestarikan lingkungan," Imbuhnya.

Disisi yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Wijaya Kusuma, Drs. Soedijatmiko berharap, penyelenggaraan pameran dan kontes ini kiranya jiwa luhur karena berbenah lingkungan dapat menggeliat ke seluruh masyarakat Surabaya.

Bonsai merupakan seni tradisional dari Jepang, yang intinya adalah bagaimana membuat miniatur pohon besar yang tumbuh dialam bebas menjadi kerdil mungil, cantik artistik menggoda setiap mata yang melirik.

" Baik batang, akar, semuanya menyerupai keasliannya," ungkap Soedijatmiko.

Karena itu, masih katanya, dari peristiwa pameran ini ada dua hal yang diharapkan. Yaitu ada momentum bersejarah kontestasi Bonsai berbahan tanaman 'MOJO' yang baru pertama kali diadakan.

Harapan yang kedua adalah selain keindahan, kontes ini juga dapat memberi wawasan income bagi masyarakat.

Tak hanya kontes, selama pameran berlangsung juga akan diadakan pembelajaran bagaimana cara merawat tanaman, terarium, dan bagaimana cara mengelola berbagai bunga menjadi makanan yang enak dan menyehatkan.

Diakhir acara pembukaan, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Floranesia Sidomulyo yang diketuai oleh Dwi Lily Indayani yang juga merupakan salah satu dosen fakultas pertanian UWKS.

Selanjutnya secara bergantian juga dilakukan penandatangan MoA, MP4S dengan Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Bahasa dan Sains serta yang terakhir dengan Fakultas Kedokteran Hewan. (BNW)

Tags

Terkini