Menurut dia, hal ini juga menghindari timbulnya klaster baru dari libur panjang natal dan tahun baru. “Saat ini, kita masih menunggu TG (telegram, red) dari Mabes Polri untuk giat Nataru atau operasi lilin dan tahun baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ke luar telegramnya,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut dia, pihaknya tetap rutin dalam melakukan operasi yustisi dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres kepulauan Mentawai. Menurut dia, pintu masuk utama Kepulauan Mentawai masih dominan dari jalur laut. Untuk itu, kata dia, posko atau titik operasi lilin akan dipusatkan di pelabuhan-pelabuhan utama yang ada di Kepulauan Mentawai. Diantaranya, pelabuhan Tuapejat, dermaga Sikakap, pelabuhan Maileppet di Siberut dan pelabuhan Pokai di Muara Sikabaluan.
“Nantinya, anggota Polres Kepulauan Mentawai akan ditempatkan di pos-pos pelabuhan, seperti operasi yang telah biasa kita lakukan setiap tahunnta. Saat ini, ada empat pelabuhan atau pintu masuk utama orang ke Mentawai,” ungkapnya.
Di samping operasi lilin, kata dia, pihaknya juga terus melakukan pengetatan sebagai operasi yustisi dalam kaitannya pergerakan di masa libur natal dan tahun baru.
Hal itu juga menghindari timbulnya klaster baru khusus natal dan tahun baru. Sebelumnya, sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kepulauan Mentawai, Sarman mengatakan, bahwa, pihaknya akan mengevaluasi serta memperketat pemeriksaan orang ke luar masuk Mentawai. Hal ini juga bertujuan mengantisipasi penyebaran klaster baru, terutama dimasa libur natal dan tahun baru. (arf)
Simak informasi menarik lainnya di youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/1TnMeQ0Vlmk