Mentawai, NAWACITAPOST - Seorang operator long boat, Indra Lesmana yang melansir hasil bumi berupa kopra di perairan Mariat, Desa Simalegi, Kecamatan Siberu Barat, hilang setelah longboatnya dihantam gelombang, Selasa (30/11/2021), sekitar pukul 12.00 Wib. Hingga, kemarin sore, korban masih belum ditemukan oleh warga setempat yang melakukan pencarian.
Diduga, kepala korban terbentur bodi longboat usai terjatuh dari long boat. Sementara, dua rekan korban berhasil selamat dari amukan gelombang pantai barat Pulau Siberut yang terkenal ganas tersebut.
Kejadian berawal saat korban bersama dua rekan lainnya melansir kopra ke kapal pedagang yang terpaksa buang jangkar di tengah. Dimana, di kawasan tersebut, tidak ada tersedia dermaga, karena kondisi ombak yang relatif besar.
Elias Piau, kepala desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, kawasan pantai barat Siberut tidak banyak memiliki teluk atau muara. Pantainya, berhadapan langsung dengan samudera hindia.
“Jadi, untuk melansir hasil bumi, terpaksa harus menggunakan long boat dari bibir pantai ke kapal. Resikonya, memang seperti yang terjadi sekarang ini. Apalagi, sekarang kondisi gelombang cukup besar dan beresiko,” ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, warga masyarakat sekitar masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan Mariat. Diduga, kata dia, kepala korban terbentur perahu saat long boat terbalik dihantam badai di perairan antara Betaet dan Simatalu. Kepala kantor Sar Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan, bahwa, pihaknya baru mendapat informasi pukul 15.25 Wib dari salah seorang warga desa Simalegi. Saat ini, tim gabungan Sar Kepulauan Mentawai sudah turun ke lokasi untuk ikut bergabung bersama warga setempat guna melakukan pencarian.
“Tim Sar gabungan turun ke lokasi sekitar pukul 15.49 dengan estimasi perjalanan 4 jam dari dermaga Tuapejat atau dengan koordinat* 1°18'26.31" S 98°38'17.65" E. Kita berharap, korban ditemukan dengan selamat. Mohon doa dan dukungannya, semoga cuaca bersahabat,” tuturnya. Untuk kondisi cuaca sendiri, kata dia, berada dalam kondisi hujan ringan. Kemudian, untuk kecepatan angon yakni, 3 knot hingga 14 knot dengan ketinggian gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter. Tim Sar gabungan sendiri turun ke lokasi menggunakan RIB 03 Mentawai. (arf)