news

Pengerasan Landasan Pacu Bandara Rokot Telan Rp 140 Miliar Lebih

Selasa, 30 November 2021 | 23:41 WIB
Mentawai, NAWACITAPOST -Pembangunan pengerasan landasan pacu baru bandara Rokot tahun ini sepanjang 1600 meter X 30 meter menelan anggaran APBN Rp 140 miliar lebih. Tahun 2022 mendatang akan dilanjutkan dengan pengaspalan dan pembangunan sarana pendukung lainnya. Hal itu disampaikan oleh humas PT. Adi Karya, Koyo yang juga mantan pensiunan kepala seksi operasional Bandara Rokot, Selasa, (30/11/2021), saat kopi morning bersama sejumlah wartawan di Tuapejat.

Menurut dia, selama ini, masih banyak publik yang belum tahu tentang perkembangan dan pembangunan bandara. “Sebetulnya, pertemuan ini sudah lama kita rencanakan. Namun, karena kesibukan dan aktifitas baru bisa terealisasi hari ini, (kemarin, red). Selain menjalin silaturrahmi dengan rekan media, kami juga mintak dukungan publikasi dari rekan-rekan media,” ujarnya.

Dia mengatakan, total keseluruhan penyelesaian bandara Rokot hingga tahun 2022 mendatang mencapai Rp 500 miliar lebih atau 0,5 triliun. Dimana, untuk pengerjaan dikerjakan oleh dua rekanan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni, PT. Adi Karya dan PT. India Karya.  “Untuk PT. Adi Karya, fokus pembangunan pada landasan pacu. Dan untuk India Karya pada pembangunan sarana pendukung, seperti bangunan bandara dan lainnya. Termasuk juga pembangunan tower pemantau lalu lintas udara. Nantinya, juga pintu gerbang masuk bandara juga akan berubah dari posisi sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, target penyelesaian pengerjaan yang diharapkan oleh Menteri Perhubungan saat kunjungan akhir November 2021 lalu, yakni, pada Agustus 2022 mendatang, diperkirakan baru bisa selesai tahap penyelesaian atau pengaspalan landasan pacu. Namun, untuk sarana pendukung lainnya, kemungkinan bisa terealisasi hingga akhir tahun 2022 mendatang.
Setelah pembangunan bandara selesai, kata dia, akan mulai dilakukan uji coba penernangan pesawat ATR ke Mentawai dengan kapasitas penumpang 76 orang. Diperkirakan, kata dia, untuk keberlangsungan pesawat ATR ke Mentawai sendiri, akan terus dievaluasi hingga 20 tahun mendatang.

“Nah, tentunya ini, tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media, terutama media yang ada di Kepulauan Mentawai. Untuk itu, ke depan, akan terus memperkuat kerjasama dengan media dalam rangka publikasi bandara Rokot ini,” pungkasnya. (arf)

Terkini