news

Posisi Jubir Presiden Lowong, Pengamat Politik Sebut Tiga Syarat Harus Terpenuhi

Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTPengamat politik dari Unioversitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menanggapi kosongnya posisi juru bicara (Jubir) presiden seusai ditinggal Fadjroel Rachman yang telah dilantik menjadi Duta Besar LBBP RI untuk Kazakhstan. Menurutnya diperlukan orang yang cerdas dan tidak anti demokrasi untuk mendampingi presiden.

"Tidak orang yang menggebu-gebu, ketika ada yang mengkritik menyerang kembali, ini enggak cocok, yang ada hari ini kayak gitu, siapa yang mengkritik hari ini diserang, disebut otak sungsang lah, itu nggak bagus. Meskipun yang ngomong KSP, itu akan mewakili Istana juga," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Cek Berita viral di TikTok NAWACITA, klik Disini


Selain cerdas, untuk nama-nama yang akan dicalonkan menjadi jubir presiden dinilai harus memiliki kemampuan berinteraksi dengan segala kelas sosial, agar mampu menjembatani komunikasi dari orang nomor satu kepada rakyat. "Soal siapa orangnya saya enggak tahu, karena itu hak prerogatif presiden. Itu harus orang yang mampu menjembatani komunikasi Istana dengan rakyat," kata Ujang.

Sementara disisi lain, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut dua nama yang berperan aktif mengisi posisi jubir saat ini, misalnya staf khusus Mensesneg Pratikno, Faldo Madini dan tenaga ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin bisa menjadi perantara Presiden kepada media atau rakyat.

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah


"Sementara saya tidak melihat akan ada pengganti khusus. Jadi, tidak ada jubir khusus. Mungkin nanti akan ada tambahan tenaga baru, barangkali," jelasnya dilansir dari Genpi.co, Rabu (27/10/2021).

https://youtu.be/Jvl17bwKTXM

Terkini