news

Tak Ada Event Apapun, Dusun Bulurejo Desa Kedungombo Adakan Lomba Berhadiah Hingga Satu Juta Rupiah

Senin, 10 Juni 2024 | 17:55 WIB
Warga Dusun Bulurejo, Desa Kedungombo, Tanjunganom, Nganjuk ketika memasang banner pertama (Foto Sakera Nawacita )

"Kejadian 1 bulan terakhir ada dua titik dan untuk kehilangan atau pencurian satu ekor sapi sempat lapor hingga ke Polres, dan juga beberapa warga kehilangan Kambing dan tabung gas LPG," ucap Kades Hariyono pada Senin (10/6/2024) di kantor Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.

Baca Juga: Penggiat Medsos Alifurrahman : Gak Pantas Andi ‘Maling’ Malarangeng Bicara Perbaikan dan Perubahan Bangsa? Ini Alasannya

Hariyono menjelaskan, satu pelaku sudah sempat ketahuan melalui rekaman CCTV saat melakukan aksi pencurian ayam, dan terduga berlaku adalah warga Desa Kedungombo sendiri.

"Pelaku mengakui bahwa dia melakukan atau mencuri, jawabannya hasil dari mencuri itu dibuat untuk makan," terang Hariyono.

Lanjut Hariyono, untuk pencurian sapi atau kehilangan satu ekor sapi setelah kejadian tersebut atau setelah pengakuan pelaku.

Baca Juga: Bak Spiderman, Maling di Medan Nekat Lompati Gedung Bertingkat Untuk Kabur dari Massa

Warga Dusun Bulurejo, Desa Kedungombo, Tanjunganom, Nganjuk ketika memasang banner pada titik kedua (Foto Sakera Nawacita )

"Untuk sapi yang hilang dicuri ditafsirkan harganya sekitar kurang lebih Rp 16.000.000 (enam belas juta rupiah) dan kondisi sapi juga lagi mengandung atau berbadan dua, sementara untuk satu ekor kambing yang hilang ditafsirkan sekitar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah)," ujarnya.

Hariyono mengungkapkan bahwa, terduga pelaku semuanya adalah orang yang berbeda, namun diduga masih ada kaitan jaringan dengan pelaku sebelumnya.

"Terduga pelaku kelihatannya dengan orang yang tidak sama, tapi diduga masih mitra dari pelaku sebelumnya atau diduga bagian dari jaringan pelaku sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga: Luar Biasa, Polwan Polda Banten Amankan Maling Dari Amukan Warga

Hariyono menambahkan, sehingga warga dan Perangkat Desa, Dusun Bulurejo berinisiatif untuk memasang banner tersebut.

"Dengan seperti itu, orang yang mau masuk dengan tujuan yang tidak jelas ke Desa Kedungombo mesti mikir, dan pak kasun pun sempat ijin untuk memasang banner itu, akhirnya saya mengatakan tidak apa-apa, supaya ada efek jera, dan juga ada rambu atau pagar warga," imbuhnya.

Baca Juga: Rapid Tes Antigen Pemkot Tanjungpinang Dinilai Sungguh Terlalu, Lis Darmansyah: Programnya Kita Dukung Tapi Caranya Jangan Seperti Mengejar Maling

Masih bersama Hariyono, semua ini adalah kehendak warga dan Pak kasun, bukan Pemerintah Desa (Pemdes) dan kalau ada dan ini dan itu, itu adalah keinginan warga dan Pak kasun.

Halaman:

Tags

Terkini