Foto : Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada (14/06/2020)
Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menilai Andika Perkasa lebih tepat menjadi Panglima TNI selanjutnya, ketimbang KSAL Laksamana Yudo Margono. Pemilihan Andika itu berdasarkan dari situasi yang dia lihat saat ini. "Menurut saya yang paling cocok dalam situasi sekarang adalah Jenderal Andika Perkasa," katanya pada (15/06/2021). Selain karena situasi, dia menyebutkan alasan lain Andika pantas menjadi calon pengganti Marsekal Hasi Tjahjanto. Mulai dari Andika yang dinilai profesional hingga berprestasi.
-
"Dan melihat tantangan geopolitik yang dinamis, Jenderal Andika bisa merespons dengan baik. Bisa berkomunikasi dan interaksi dengan komunitas militer internasional. Ini dibutuhkan," ujar Fadli Zon. Mengenai Andika yang diketahui memasuki masa pensiun, dia berujar hal itu tidak menjadi persoalan "Tak ada masalah, masih cukup waktu membenahi TNI. Jenderal Andika bisa mengangkat kembali wibawa TNI di tingkat nasional dan internasional," tutupnya.
-
Demikian juga disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi. Dia menilai, Andika Perkasa paling berpeluang menjadi Panglima TNI. Dia bilang, figur Andika saat ini paling senior dibanding kepala staf lain. "Saat ini Kasad adalah yang paling senior dan juga memiliki peluang lebih besar dibanding dua Kepala Staf lain," katanya lewat pesan, pada (15/06/2021). Dia menyebut, secara obyektif, kapasitas rekam jejak seluruh Kepala Staf TNI levelnya sudah setara atau mumpuni untuk menjadi Panglima TNI. Namun, menurutnya, peluang paling besar adalah Andika.
BACA JUGA: Kurang Puas Bercinta, Cobain Seks Kaya Gini Ya!
"Ya secara obyektif, kapasitas dari jejak rekam seluruh Ka Staf selevel semua dalam artian mumpuni untuk menjadi Panglima TNI," ucap Bobby. Dia menambahkan. Presiden Jokowi juga memiliki diskresi dan subyektifitas terkait calon Panglima TNI itu berdasarkan waktu menjabat dengan komposisi saat ini. "Akan ada 2 panglima TNI sebelum Pemilu 2024, KASAD pensiun 2022 dan KASAL/KASAU tahun 2023 dan juga subyektifitas dari prinsip bergiliran," pungkasnya.
BACA JUGA: Gaya Seks Nikmat Tapi Liar Menantang, Berani Coba?
Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, mengungkapkan pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto telah mengerucut menjadi dua nama. Dua nama itu adalah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. Keduanya menjadi calon terkuat menggantikan Hadi. "Kita rujuk lagi bisa menjadi dua, dua itu KSAD dan KSAL gitu," kata Effendi pada (15/06/2021). Namun, dia menilai sosok yang tepat menggantikan Hadi adalah Andika.
-
Tak hanya prestasi akademik, Andika juga memiliki latar belakang operasi teritorial yang dibutuhkan TNI dalam menghadapi tantangan. "Pak Andika banyak kelebihannya karena sekolah kurun 5 sampai 8 tahun ada di AS, kemudian knowledge nya bagus, know-how bagus, perfeksionis lah dia, tapi humanis juga, jadi enak sebenarnya. Nah figur itu memang beririsan dengan Jenderal Andika Perkasa,” tukasnya.
-
Bahkan, Partai PKS yang sering dianggap partai oposisi pun mendukung Andika Perkasa. Anggota Komisi I DPR RI lainnya Fraksi PKS, Sukamta juga menilai Andika sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan Hadi. Andika dianggap cocok dengan tantangan yang tengah dihadapi saat ini, contohnya persoalan Papua.
-
“Memang Pak KSAD punya nilai plus yaitu pengalaman menjadi Kepala Staf yang paling lama diantara yang lainnya. Saya kira juga cocok dengan tantangan yang dihadapi baik itu di Papua maupun di wilayah nusantara secara umum. Selama ini, Pak Jenderal Andika tampak sangat humanis tapi tegas. Saya kira itu tepat untuk saat ini,” tandas Sukamta pada (15/06/2021). (Ayu Yulia Yang)