Foto : Sosialisasi dan Pelatihan Pemasaran Online
Sosialisasi dan Pelatihan diisi oleh Kepala Dindagkop UKM Pekalongan Joko Purnomo, ST. dan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dindagkop UKM Pekalongan Sri Haryati, S.Sos.MM. Lalu agenda tersebut diikuti oleh sekitar 35 peserta dari beragam pelaku usaha dan UMKM di Kota Pekalongan. Agenda ini dilaksanakan untuk menyeimbangkan kembali pendapatan ekonomi para pelaku usaha terutama di masa pandemi Covid 19. Yang mana ada banyak pelarangan berkaitan dengan offline atau tatap muka dan berkerumun.
-
Kabid Perdagangan menyampaikan bahwa adapun ini kegiatan ini lebih pada promo – promo usaha saja. “Untuk tahun anggaran 2021 ini kita akan mengadakan kegiatan yang tadi sudah dibuka oleh Bapak kepala Dinas. Pelatihan pemasaran online itu brainmarket.com dengan peserta 35 pelaku usaha. Yang terdiri dari berbagai usaha UMKM. Yaitu antara lain batik, kemudian makanan, minuman, craft dan lain – lain. Jadi pembeli untuk Brian Market, hanya promo – promo di webnya saja ya. Belum sampai ke penjualan,” jelasnya.
BACA JUGA: Kisah Cinta Menkumham Yasonna Laoly Diketik Terakhir Kepergian Istri
“Untuk mengikuti kegiatan pelatihan pemasaran online ini, pelaku usaha bisa langsung datang ke gudang perdagangan dindagkop dan UKM Kota Pekalongan untuk mendaftar atau nanti bisa mengikuti pelatihan. Yang pelatihannya setiap bulan kita adakan di minggu ke 2, hari Jumat, jam 8 sampai jam 11. Jadi para pelaku usaha yang belum memiliki toko atau masih memiliki usaha di rumahan boleh mengikuti pelatihan ini dan mendaftar langsung atau bisa melalui hp atau WA,” papar Sri Haryati lebih lanjut.
BACA JUGA: Pantas Jokowi Tunjuk, Sikap Mensos Risma Patut Dicontoh
Sri Haryati juga menjelaskan bahwa ada pula langkah Dindagkop UKM melebarkan dengan membuat surat resmi ke kelurahan – kelurahan khususnya Kota Pekalongan. “Atau kemarin ini kan kita sudah membuat surat ke kelurahan – kelurahan untuk menginformasikan kegiatan ini ke masyarakat, ke pelaku usaha khususnya. Ini terbuka untuk umum, pelaku usaha yang mempunyai usaha di Kota Pekalongan,” pungkasnya.
BACA JUGA: Wanita Hebat Itu Pergi Selamanya, Sukses Hantar Menkumham Yasonna Laoly Luar Biasa
Sejalan pun disampaikan oleh Kepala Dindagkop UKM. Tujuan kegiatan ini yang jelas untuk peningkatan kapasitas pengetahuan bagi UMKM dalam rangka memasarkan produk usaha dalam bentuk online. “Tujuannya kedepan memang di era pandemi ini diharapkan mereka tetap eksis walaupun sekarang dengan berbagai kendala untuk tatap muka. Secara offlinenya mereka dilarang berkerumun, dilarang tatap muka dan lain sebagainya dengan aturan – aturan yang sangat ketat,” ungkapnya.
-
Sementara disinggung mengenai antusiasme peserta, Joko Purnomo mengatakan. Ada kurang lebih 35 peserta UMKM. “Terdiri dari berbagai produk. Ada batik, ada minuman, ada kuliner dan lain sebagainya. Target kedepan ya seperti saya bilang tadi. Pemasaran secara online ini tidak hanya dibeli oleh masyarakat. Tapi karena di Pemerintah Pusat juga ada aplikasi yang bisa juga dibeli oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten Kota seluruh Indonesia. Jadi target kami, mereka juga bisa ikut masuk dan berkiprah didalam pengadaan barang jasa di seluruh Indonesia,” jelasnya.
-
“Harapannya mereka aktif untuk bisa menjadi masuk ke dalam wilayah online. Sehingga nanti mereka tidak hanya dibeli oleh orang Pekalongan tapi seluruh Indonesia juga bisa beli. Tadi saya sampaikan bahwa ada aplikasi Bela Pengadaan. Itu aplikasi yang dirancang LKPP. Ya tapi dengan syarat tadi. Mereka masuk ke dalam vendor market place online yang sudah ada. Terutama Shopee, Bukalapak, Bhineka.com, Grab, Gojek dan lain sebagainya,” terang Kepala Dindagkop UKM.
-
Joko Purnomo pun menjelaskan bahwa ada keuntungan dari mengikuti aplikasi ini. “Setelah mereka mendaftar disana, Pemerintah Kabupaten Kota bisa mengklik mereka untuk bisa bertransaksi maksimal 50 juta pertransaksi. Kalau bisa seluruh Indonesia bahkan sampai menarik orang luar kan mereka berarti juga semakin hidup dan eksis untuk di bidang masing – masing. Sementara ini masih dua, kuliner dan souvenir. Tapi tidak menutup kemungkinan berbagai macam produk lagi,” ujarnya.
-
“Karena aplikasi ini berkembang terus ya kedepannya. Kalau di Jawa Tengah juga ada tapi masih uji coba. Namanya Blangkon. Sama pengadaan yang nanti pembelinya adalah Pemerintah Kabupaten dan Kota seluruh Jawa Tengah. Mereka targetnya bisa melaksanakan transaksi secara online baik dengan swasta maupun dengan Pemerintah Daerah,” tandasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)