Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf
Wali Kota Pekalongan mengatakan pada (06/06/2021) di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan. Bahwasanya Kota Pekalongan yang merupakan Kota Kreatif Dunia, Berbudaya dan Penuh Toleransi sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat. “Kami ucapkan terima kasih perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini TNI – Polri yang sudah hadir dalam rangka penguatan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid 19. Data perkembangan Covid 19 di Kota Pekalongan terkonfimasi sampai hari ini yaitu 2461 orang, data sembuh adalah 2.233 orang, positif aktif 81 orang dan meninggal 147 orang,” paparnya.
-
“Perkembangan Covid 19 di Kota Pekalongan ini data perbulan, Alhamdulillah pada Maret sampai Juni kita yang tertinggi ini sampai dengan bulan Desember. Tapi setelah Januari, Februari, Maret, April ini angkanya menurun. Juni ini agak naik. Karena Juni ini masih tanggal 6 sekarang. Tetapi sudah 59. Kasus konfirmasi perminggu menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri bahwa yang tanda merah ini adalah di minggu Lebaran. Setelah Lebaran ini memang mengalami kenaikan. Karena ada klaster dari SMA Negeri 4,” imbuh Aaf.
-
Aaf lebih lanjut mengatakan. Bahwa kasus terkonfirmasi memang trennya naik meskipun angka masih relatif stabil maupun aman. Adapun terkonfirmasi selain warga Kota Pekalongan juga warga Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan. “Kasus konfirmasi harian menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri ini adalah tandanya Idul Fitri ini memang trennya masih naik. Setelah Idul Fitri walaupun alhamdulillah di Kota Pekalongan angkanya masih relatif stabil maupun aman. Pemeriksaan Tes Swab PCR tahun 2021 ini data perminggu, ini pemeriksaan setelah lebaran memang semuanya Alhamdulillah masih kondusif,” ucapnya.
-
“Pemeriksaan Swab PCR tahun 2021 positif rate perminggu ini adalah persentase dari jumlah warga yang positif dari jumlah warga yang diswab. Peta zona di Kota Pekalongan ini di tingkat kelurahan memang ada 1 yang termasuk zona merah. Karena klaster SMA Negeri 4 itu yang 37 guru dan karyawan terkonfirmasi positif. Dan ini akhirnya juga berimbas kepada 1 kecamatan yaitu kecamatan di Pekalongan Selatan ini termasuk zona merah. Data zonasi PPKM mikro Kota Pekalongan, Kota Pekalongan masuk dalam zona orange perhari kemarin sebelum adanya kasus SMA Negeri 4. Namun dari tracking terhadap masyarakat semuanya masih aman,” pungkas Wali Kota Pekalongan. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Ayah Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis Dimakamkan Dekat Syekh Ali Jaber, Ustadz Yusuf Mansur Izinkan