news

Capres Dukungan PDIP Bisa Menang Telak Pilpres 2024, Ini Buktinya!

Rabu, 2 Juni 2021 | 15:04 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Sekjen Gerindra Ahmad Muzani membeberkan peluang Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, maju Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024 dengan didukung PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Lantas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Muzani atas dasar kedekatan Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri. Kedekatan itu terlihat dari berbagai aspek. Lalu dia mengatakan bahwa PDIP tidak hanya dekat dengan Gerindra. Dia lantas menyampaikan PDIP bisa saja berkoalisi dengan partai mana pun.

Foto : Ketum PDIP Megawati, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani

PDIP dikabarkan akan merangkul banyak partai yang sebelumnya tidak masuk dalam partai koalisi. Salah satunya yang bisa digandeng, PAN. Namun juga tidak melupakan PPP. Hasto pun membuka peluang koalisi dengan PPP karena senasib secara sejarah. Dia juga menyebut peluang kerja sama dengan PKB. Hal ini karena PDIP dan PKB memiliki basis massa yang sama. Dia menegaskan PDIP bisa berkoalisi partai mana pun dengan ideologi yang sama. Dia pula berharap kontestasi Pilpres 2024 hanya diikuti oleh dua pasangan calon.
BACA JUGA: Ketum Ono Ndruru, Beesokhi Ndruru Realisasikan Satu Unit Ambulance melalui Yayasan NIAS

"Pernyataan dari Mas Muzani karena memang melihat bagaimana kedekatan hubungan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati karena selain aspek ideologi, faktor kedekatan kultural, kedekatan organisasi, kedekatan basis massa, kedekatan dari aspek strategi untuk memperluas basis massa itu juga akan menjadi pertimbangan. Tahun 1912 berdiri Muhammadiyah, salah satunya lahirlah PAN, kami cocok. Kemudian tahun 1926 ada NU, lahir PKB dan PPP, kami cocok. Tahun 1945 berdiri dengan TNI, Pak Prabowo dari TNI, kami cocok," kata Hasto pada (28/05/2021).

-
Foto : Koalisi partai

Lalu Hasto menyampaikan mengenai alasan bisa saja membangun koalisi dengan PAN. “Saya tahu Pak Zulkifli, beliau adalah sosok yang berkomitmen dengan bangsa dan negara dengan sangat jelas. Ketika ditawari oleh koalisi partai atas dasar agama, beliau menegaskan itu akan menambah pembelahan yang terjadi. Kita ini negara begitu besar dari Sabang sampai Merauke," katanya.
BACA JUGA: Penyerahan Ambulance Yayasan NIAS Disaksikan oleh Tokoh Masyarakat Nias, Prof. Yasonna H. Laoly

"Dengan PPP, kami juga mudah untuk berkoalisi, bukan hanya dia tetangga dekat dengan kami, tapi sejarah. Kami punya perasaan senasib zaman Orde Baru, itu membuat kita bertemu. Terbukti, ketika Bu Mega dijodohkan oleh MPR dengan Pak Hamzah Haz, bisa bersahabat dengan baik,” lanjut Sekjend PDIP.

-
Foto : Sekjend PDIP Hasto, Ketua DPR Puan Maharani dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri

Hasto pun bisa pula turut merangkul PKB. "PKB kami di PDIP ketika kami memperingati peringatan harlah dengan NU, itu kami kaget ternyata jumlah kepala daerah di PDIP yang berafiliasi dengan NU itu total kepala daerah dan wakil kepala daerah ada 101, sehingga itu juga kalau PKB sama PDIP itu hanya beda. Tapi basis massa itu sama - sama NU,” imbuhnya.

-
Foto : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua DPR Puan Maharani dan Presiden Joko Widodo

"Jadi koalisi tentu saja ke depan kita tidak ingin energi bangsa ini tercurahkan di dalam kontestasi semata - mata, padahal untuk jadi pemimpin melalui proses penyiapan, bukan hanya lahir dari kontestasi yang sifatnya liberal. Maka kami akan membangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan itu hanya diikuti oleh dua pasangan calon, jadi tidak ada dua ronde supaya energi kita ini bisa difokuskan mengatasi berbagai persoalan," tukas Hasto. Tentunya, hal itu bisa membuat Calon Presiden (Capres) dukungan partai berlambang banteng pun bisa menang telak untuk Pilpres 2024. (Ayu Yulia Yang)

Tags

Terkini