news

Tarawih Keliling Ala Wali Kota Aaf, Sosialisasi Pentingnya Prokes dan Larangan Mudik

Kamis, 22 April 2021 | 23:37 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Tarawih keliling ala Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf) bersama jajarannya dilakukan sekaligus sosialisasi pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan larangan mudik. Yang mana larangan mudik diketahui sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yaitu 22 April sampai 24 Mei 2021. Wali Kota pun mengingatkan kembali kedisiplinan untuk 5 M di Kota Pekalongan. Diantaranya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Foto : Tarawih keliling

Aaf pun mengatakan pada (22/04/2021) ke Nawacitapost di depan masjid Al Ikhsan. “Alhamdulillah di masjid Al Ikhsan ini sudah sejak awal pandemi, tahun lalu menerapkan protokol kesehatan. Masih konsisten sampai dengan sekarang. Jadi bukan hanya akan dimonitor saja, mereka menjalankan protokol kesehatan. Tapi ini sudah sangat baik untuk menjalankan protokol kesehatan. Berjamaah juga sudah otomatis ya karena ini sudah berjalan lama. Mudah – mudahanlah ini yang menjadi ikhtiar kita semua untuk Covid di Kota Pekalongan. Alhamdulillah informasi update dari Pak Kadinkes, adalah tetap penambahan pasien Covid ini, Kota Pekalongan yang terminim di Jawa Tengah,” ungkapnya.

-
Foto : Tarawih keliling

“Tetapi jangan mengurangi semangat kita. Jangan mengurangi kedisiplinan kita untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan 5 M itu pada intinya. Memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Walapun sudah divaksin dan saya pesan lagi kepada masyarakat Kota Pekalongan bahwa vaksinasi untuk lansia ini Kota Pekalongan belum memenuhi target. Ayo saya mengajak masyarakat yang lansia untuk ikut divaksin. Jangan takut. Alhamdulillah semuanya aman kalau tidak ada penyakit bawaan. Inshaa Allah semuanya aman. Tetapi waktu tracking dengan tim dokter pada mau divaksin ini yang menjadi penting,” lanjut Aaf.
BACA JUGA: DPP FORNISEL Mempertanyakan Mahalnya Biaya Urus SKCK di Nias Selatan

-
Foto : Tarawih keliling

Aaf juga menerangkan bahwa apabila ada riwayat penyakit, maka haruslah disampaikan apa adanya. “Jadi terus terang apa yang menjadi riwayat penyakit kita harus disampaikan apa adanya. Supaya itu bisa ditentukan, bisa atau tidak untuk divaksin. Mudah – mudahan ini akan mencapai target untuk lansia. Untuk semuanya Alhamdulillah sudah lancar, sudah aman. Lansia kita ditargetkan dari provinsi itu 4.000. Ini masih separuh yang terpenuhi. Mudah – mudahanlah dengan kita kebut ini tetap yang lansia bisa mencapai target,” tambahnya.

-
Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf dan jamaah masjid Al Ikhsan

Lantas Aaf pun disinggung mengenai aturan pelarangan mudik. Dia pun mengatakan bahwa akan tetap mengikuti aturan Pemerintah Pusat dan Provinsi. “Untuk mudik di Kota Pekalongan, kita tetap mematuhi himbauan dari Pemerintah Pusat. Yaitu dilarang mudik. Ternyata pada hari ini Pemerintah Pusat mengumumkan lagi bahwa larangan mudik itu diperpanjang dari 22 April sampai 24 Mei. Nah ini tentunya kebijakan – kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan tetap seperti semula. Bahwa kalau ada pemudik dari zona merah ini akan kita tracking. Ini akan kita test PCR. Kalau hasilnya reaktif langsung akan kita karantina di Pusdiklat Pemerintah Kota Pekalongan,” ungkapnya.

-
Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf

“Mudah – mudahan masyarakat ini yang diluar kota tetap patuh terhadap imbauan Pemerintah walaupun ini bukan keputusan yang ideal. Tetapi ini keputusan terbaik yang harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Karena pemudik ini jutaan orang, ratusan ribu kendaraan. Kita bayangkan saja kerumunan. Kita bayangkan saja satu contoh di rest area, ini pasti penuh sesak. Nah itu sangat berpotensi sekali menjadi klaster baru penularan virus Corona. Ini mudah – mudahan lah kita harus tegas semua. Dan para pemudik ini tetap patuh. Jangan mudik dullu. Karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan,” pungkas Aaf. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

Tags

Terkini