BACA JUGA :Disiplin Dan Kejujuran Modal Utama Donny Susanto Witono Pemilik PT Genesys Integrated Indonesia Membangun Serta Mengembangkan Bisnisnya
Para peserta seminar tergiur dengan iming iming yang dijanjikan oleh Cipto yang konon katanya program ini mulai dari tahun 2011 sampai sekarang, bisa terbayangkan selama sembian tahun menjalankan bisnis ini bisa ditaksir sampai ratusan miliar yang sudah diraup oleh Cipto dari para korban, setiap kali seminar minimal peserta bisa sampai ratusan orang dan dari para peserta ada 35 orang yang berhasil diyakinkan oleh Cipto untuk menyetor Sejumlah Uang dengan berbagai rayuan maut cipto sehingga para peserta tergiur dan Menyetor Sejumlah Uang dengan beberapa tahapan.
BACA JUGA :Terima Kasih Tuhan, Yasonna Ucap Syukur Dianugerahkan Tanda Kehormatan dari Jokowi
Menurut salah satu peserta seminar mengirimkan pesan melalui WA kepada Cipto agar uangnya dikembalikan sebelum dia laporkan ke Pihak berwajib, tapi Cipto tidak menggubris dengan alasan murid - murid saya yang jenderal saja tidak seperti bapak, mereka rendah hati dan mau belajar, bahkan Cipto mengancam akan Melapor Balik karna pencemaran nama baik masa seorang Penulis Gramedia di Hina pungkas Cipto.
BACA JUGA :Ketua Umum INKINDO, Ir H Peter Frans Tidak Ada Negara Maju Dan Hebat Tanpa Konsultannya Maju Dan Hebat
Adapun Isi Pesan korban (Nur) kepada Cipto Melalui WA Mohon kiranya bapak mengembalikan uang yang didebit melalui rekening saya dan segera ditransfer balik ke rek saya Karena Bpk telah melakukan pemaksaan pembayaran dengan cara apapun supaya peserta mau bayar seketika. pertama seminar 5 September 2018 6 BULAN BISA BELI PROPERTY KONTAN Tanpa Uang Tanpa KPR sebagai peserta seminar saya seakan disuruh mengikuti cara Bpk. untuk menjadikan Bpk. Sebagai keset kami dengan alasan dipercepat membayar Rp. 5.200.000(lima juta dua ratus ribu rupiah),Kemudian Bpk. Mengundang seminar ke dua 11 September 2019 Mentoring. Diakhir Mentoring lagi peserta diminta ambil kuota bayar Rp. 1.000.000(satu juta rupiah) dengan alasan menyelamatkan Mentoring.
BACA JUGA : Hilarius Duha Berpeluang Besar Kalahkan Idealisman Dachi
Sehari kemudian 12 September 2019 setelah sesi Mentoring Bpk. Secara tidak langsung kalau mau dimentoring oleh Bpk. sampai berhasil caplok baik indoor maupun outdoor dibimbing 3 jam per hari selama sampai berhasil caplok lahan sampai pecah telor.Bpk. Memaksa peserta untuk bayar malam itu juga sebesar Rp. 34.000.000(tiga puluh empat juta rupiah)) dari 35 peserta yang hadir. Kami yang berusaha bayar cash atau utang melalui teman sebanyak 8 peserta termasuk saya(Nur). Karena uang kami sudah terlanjur dengan pembayaran sebelumnya.
Katanya KONTAN dan TANPA UANG sepeserpun.Kok malah mengeluarkan uang sebesar Rp. 40.200.000.(empat puluh juta dua ratus ribu rupiah). Ketidak sadaran sebagaian peserta merupakan hipnotis yang Bpk. Lakukan untuk memaksa peserta untuk mencari pinjaman (bukannya utang lunas malahan nambah utang pungkas korban).Sebenarnya undangan seminar mencari solusi bisa lunas hutang kok malah harus bayar dengan uang sampai saat ini mana semboyannya TANPA UANG tanpa KPR. Untuk itu kiranya Bapak dengan tulus ikhlas mempermudah dalam mengembalikan seluruh yang telah didebit dan mohon ditransfer balik ke rek yang saya berikan diatas dalam batas waktu 3×24 jam. Kalau tidak Bpk lakukan transfer bisa saya laporkan pada pihak yang berwajib pungkas Nur.Mohon wa bukti transfer dikirim ke kami.
Tapi bukannya uangnya dikembalikan malahan menakut nakuti dengan mention jenderal segala Nur murid saya yang jenderal beneran pun rendah hati untuk belajar. Tidak berlagak seperti "jenderal jaman orba", sukanya menekan mengancam Penulis Gramedia.Masak Penulis Amerika boleh dibayar, lalu Penulis Indonesia malah dipaksa kerja gratis. Ya bayar dong pungkas Cipto.Ilmu itu mahal. Tapi kalau tidak belajar maka lihat hasilnya 30 Tahun kemarinmu, parah, itulah kalo tidak belajar. Karena itu rendah hatilah belajar. Follower saya 1 juta orang di FB saja. Saya tulis orang orang yang sukanya mengancam vulnerabledan menekan Penulis Gramedia. Kalau sopan dan rendah hati maka Guru sayang dan malah mendapat banyak proyek yang baik. Ditempat terpisah melalui sambungan telepon Ibu Indah asal Rembang merasa dirugikan ratusan juta rupiah karena ibu Indah ini sudah mengikuti seminar dibeberapa kota di Indonesia sehingga menimbulkan cost yang sangat besar, dan bahkan dia dimaki maki yang punya tanah karena tidak ada kejelasan pembayaran tanah yang sudah dicaplok sesuai dengan ilmu yang didapat dari Cipto pungkas Indah, sudah jatuh ketimpa tangga istilah ini mengena dengan apa yang dialami Indah.
Korban yang lain ada juga ibu Novi yang juga Merasa tertipu oleh rayuannya Cipto, Setiap dia komentari di halaman FB Cipto untuk menyampaikan kekesalannya agar tidak ada korban berikutnya, namun sangat disayangkan setiap apa yang dia komentari tidak bisa dibaca atau dilihat oleh Orang lain, untungnya sempat tangkap layar atau di secreenshot pungkas Novi, hal ini tim nawacitapost.com juga mengkroscek apa yang telah disampaikan oleh Novi tentang FB nya Cipto dan benar adanya. masih banyak yang lain yang merasa tertipu ada dari lampung, Semarang dan di beberapa kota lainnya, mereka menduga setiap postingan miring tentang Cipto tidak bisa dibaca oleh orang lain, tetapi kalau postingan positif maka itu selalu muncul dan bisa dilihat oleh Netizen (dengan Kata lain orang beranggapan program Cipto ini Benar benar bagus sehingga tidak pernah ada tanggapan negatif).
BACA JUGA :Doni Monardo : Satgas Penanganan Covid-19 Tidak Dapat Bergerak Sendiri
-
Yang paling unik dan menarik, setiap seminar berlangsung para peserta dilarang bertanya dan dilarang merekam dengan alasan Hak Cipta, Jika ada yang merekam maka bisa di pidana disinyalir takut ketahuan kebohongannya, pada saat lagi break para peserta berusaha bertanya terkait dengan kegiatan tersebut tapi si Cipto pura pura tidak dengar dan menyibukan diri sendiri, sehingga tidak ada cela pungkas Novi.
-
Hal lain yang selalu ditekankan oleh Cipto masa bisa kalah sama tukang bakso keliling yang sekarang punya beberapa unit rumah dengan harga miliaran rupiah pungkas Cipto, untuk meyakinkan para korban, ada sejumah orang yang memberikan testimony tentang keberhasilan mereka, bahkan ada yang mengaku sudah punya beberapa komplek perumahan, ada yang sudah punya gedung, Apartment dan ada yang sudah punya villa, semua testimony yang disampaiakan hanya sekadar omongan dan sampai saat ini para korban belum pernah melihat secara langsung fisik bangunan yang dimaksud. Harapan Anggota korban seminar agar uang mereka dikembalikan sesuai jumlah yang disetor dari masing masing Anggota yang merasa tertipu oleh Rayuan dan iming iming Cipto Junaedy Red