Menurut saudara korban, Ama Masi Ndruru bahawa kepergian almarhum adalah bukan karena sakit. Tapi diduga disebabkan ulah seseorang (YG). "Seharusnya YG menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap kejadian ini," ucapnya.
Sementara, Rohani Waruwu (istri Julpan Nduru Alm.) kepada Nawacitapost pada (11/11/2020) mengatakan. "Pada saat kejadian pembunuhan terhadap suaminya sebelumnya tidak ada tanda tanda ataupun firasat kalau suaminya akan pergi untuk selama - lamanya," katanya.
Baca Juga : Korban Pemerkosaan Dibakar Bersama Suami dan Putrinya
Julpan Nduru yang bertempat tinggal di Tembung Medan berpamitan kepada istrinya Rohani Waruwu dan buah hati mereka dengan maksud ingin mengunjungi keluarga di daerah Krakatau - Medan. Yang mana pada malam awal kejadian pada 8 november 2020 sekitar pukul 23:30 WIB, si korban Julpan Ndruru sedang bercerita (berbincang) di TKP. Tepatnya di jalan Kawat lll gang Turi lk 18 - Kelurahan Tg Mulia Hilir hingga pukul 02.00 WIB masih di teras rumah pamannya yang bernama Bowo Fati Buulolo dengan Ferdi.
Ferdi adalah teman satu kerjaan korban. Tapi di tengah perbincangan mereka, tiba - tiba korban Julpan Ndruru pamit mau buang air kecil. Dia pergi ke tanah kosong yang tak jauh dari tempatnya duduk mengobrol dengan Ferdi. Belum sempat korban buang air kecil tiba - tiba dia diserang oleh seseorang YG dengan menggunakan dua bilah senjata tajam. Yang mana senjata tersebut dihujamkan dari arah depan hingga tembus ke belakang badan korban.
Seketika korban berteriak minta tolong dengan tertatih - tatih dan sempat bicara kepada saksi Ferdi. "Tolong aku Ferdi, aku udah basah - basah," tatih Julpan. Istilah basah - basah dalam bahasa Nias adalah saya sudah berlumuran darah. Seketika itu juga Ferdi melihat korban sudah bersimbah darah dan langsung roboh tidak bergerak lagi. Ferdi lantas berteriak minta tolong dan tak beberapa lama warga pun berdatangan bersama dengan Jetro dan langsung menghubungi pihak yang berwajib.
Rohani Waruwu melanjutkan. "Kami sekeluarga berharap agar si pembunuh suami saya segera ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal, Yasokhi Giawa yang masih ada hubungan famili," pungkas Rohani Waruwu dengan berlinang air mata.
Tokoh - tokoh masyarakat Nias yang menghadiri Pemakaman JN ini mengutuk keras pelaku pembunuhan. Meminta supaya pihak kepolisian (Polsek Labuhan Deli) sesegera mungkin YG yang diduga pelaku dapat ditangkap serta dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Demikian dikatakan tegas oleh Thomas B. Ndruru Ketua Ono Ndruru Medan dan sekitarnya.
Ketua DPP HIMONI (Hino Aspirasi Masyarakat Ono Niha Indonesia) Fatizatulo Ndruru mengatakan bahwa perbuatan biadab ini harus sesegera diungkap dan dipertanggungjawabkan. "Jelas kepergian saudara kita ini (JN) bukan kehendak kita semua," katanya.
Baik Thomas B. Ndruru selaku Ketua Ono Ndruru Medan dan sekitarnya maupun Fatizatulo Ndruru mengatakan. "Kami siap memberi pendampingan hukum kepada keluarga bila dibutuhkan, inilah adalah panggilan kemanusia untuk Ono Niha," kata keduanya. (Handru)