BACA JUGA: Yasonna Kembali Dilantik Jokowi Kedua Kalinya Jadi Anggota Kompolnas
Foto : Chat dari Meutia Hatta
KAMI adalah sebuah gerakan politik yang lahir dalam konteks krisis ekonomi yang berpotensi segera mendapatkan pesona ekstra. KAMI dapat menjelma menjadi sebuah kekuatan politik alternatif bila berhasil merebut harapan publik akan perubahan. KAMI juga tidak bisa dianggap remeh karena diisi oleh beraneka tokoh lapisan strategis. Mulai dari Din Syamsuddin, Rokhmat Wahab, Rocky Gerung, MS Kaban, Gatot Nurmantyo dan anggota keluarga proklamator serta mantan presiden. Yakni Rachmawati Soekarnoputri, Meutia Hatta, dan Titiek Soeharto. Kemudian hadir pula Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Jumhur Hidayat, Abdullah Hehamahua hingga Amien Rais. KAMI tidak bisa dianggap remeh karena lahir di era kekosongan oposisi. Namun, usai deklarasi, beragam anggapan masyarakat pun bermunculan. KAMI adalah sekumpulan orang - orang kartu mati yang bisanya membawa dan mencatut nama orang - orang tertentu yang dianggap penting. Tak lain dilakukan untuk membuat menjadi kelihatan menyeramkan. Lebih mengagetkan pun tiba – tiba meluap ke permukaan. Ada reaksi keras dari cucu kandung Bung Hatta, Gustika lewat akun jejaring sosialnya. Dia langsung stress karena membaca grup keluarga. Tantenya yang sekaligus anak sulung dari Bung Hatta, Meutia Hatta menghadiri acara yang seharusnya tidak usah dihadiri. Kemudian ujung - ujungnya nama Hatta lah yang dicatut. Sebenarnya Gustika juga sudah mengatakan dengan penuh jujur dan kesadaran. Bahwa sebagai cucu kandung, dia tidak memiliki hak untuk mewakili.
BACA JUGA: Prabowo Subianto Kampanye Bicara Rp 11.000 Triliun, Tagihnya ke Jokowi? Ini Faktanya
-
Gemala Hatta, yang notabene diketahui sebagai putri kedua Bung Hatta pun bereaksi agak sinis. Lebih tepatnya terkait kehadiran sang kakak sulung. Meutia Hatta, sang tante tertua juga merasa ditipu. Namun ditegaskan bahwasanya Hatta bukanlah pengikut Amien Rais. Indonesia Raya juga tidaklah serampangan. Bahkan ada rekaman jelas Meutia Hatta ditipu mentah – mentah. Gustika memposting kalimat dari Halida Hatta, yakni sang ibu. Tak lain terkait keberadaan Meutia Hatta di acara. Menempelkan nama putri proklamator sedangkan Bung Hatta tidak pernah jadi dissident atau pembangkang. Prof. Meutia selalu integritas terhadap negara. Nama Meutia dijadikan tameng karena orang – orang dalam KAMI tidak kuat. Bahkan di cuitan lainnya, Gustika memposting screenshot tentang reaksi Meutia Hatta yang tertipu mentah - mentah. Meutia baru tahu. Dirinya sebelumnya hanya diminta membaca naskah proklamasi. Diundang bersama oleh Bachtiar Chamsyah. Yang mana sudah dianggap teman baiknya. Lalu juga ada Din Syamsudin. Baru tahu kalau grupnya sama. Sementara dirinya sudah di halaman taman patung proklamator. Tapi dirinya juga sempat berbicara. Meminta agar jangan kasar. Mungkin kalau orang lain bicara tidak didengarkan. Namun jikalau dirinya akan didengarkan. Sebelumnya pun sempat menimbulkan polemik. Duta besar (Dubes) Palestina Zuhair pun sepertinya dikadalkan. Lantaran tidak dipahami benar oleh Zuhair akan undangan yang disodorkan kepadanya. Bahkan sampai membuat surat pernyataan resmi. Bahwasanya kehadirannya hanya 5 menit. Lalu hanya saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia saja. Sebab lagu kebangsaan Indonesia dinilai sakral. Sehingga bisa terlihat Din Syamsudin dan Gatot Nurmantyo mungkin saja sengaja kadalkan Dubes Palestina dan putri proklamator. Tapi justru dibantah oleh Din Syamsudin terkait Dubes Zuhair. Dirinya menyampaikan bahwasanya dibacanya kurang saksama. Lantas dipertanyakan juga beberapa tokoh politik lainnya yang tergabung didalamnya. Sudah menyadarinya atau belum. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?