BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Belakangan dirinya mewarisi lebih banyak karakter dari pihak sang ayahnya. Ayahnya tentara dengan pembawaan yang kalem. Sering menegur ibunya yang acapkali emosi karena disindir orang. Hanya dengan mengatakan öra usah ditanggepi, wong ora kalong” (tidak perlu ditanggapi omongan orang, karena toh tidak berkurang dari omongan demikian). Mengajarkannya bahwa tidak semua harus ditanggapi serius. Bisa juga harus diselesaikan dengan cara - cara yang lebih arif dan membawa kedamaian. Tentunya mewarisi watak dan karakter dari kedua orang tua. Belakangan memang mewarisi karakter ayahnya lebih daripada karakter ibunya. Tapi menyadari dalam kondisi dunia yang makin saling bergantung, tidak bisa berpikir. Bahwa hanya keluargalah yang menentukan perkembangan anak. Lingkungan dalam pengertian luas juga menentukan. Ada pepatah mengatakan ït takes a village to raise a child” (butuh sedesa untuk membesarkan seorang anak). Artinya, membesarkan satu anak saja butuh effort dari seluruh desa. Apalagi membesarkan banyak anak. Komunitas masyarakat dituntut untuk mengambil peran membesarkan generasi bangsa. Oleh karenanya butuh partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam soal ini.
BACA JUGA: Soeharto Pernah Ditempeleng oleh Sang Kolonel
-
Karakter Yudian Wahyudi yang dibentuk dari didikan berkualitas sang orang tua pun sangat diakui dalam kacamata PT. Media Nawacita Indonesia atau Nawacitapost (www.nawacitapost.com). Sangat mengapresiasi diberikan waktu untuk berbincang. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima cinderamata. Lalu disampaikan oleh Faigiziduhu Ndruru. Joko Widodo atau Jokowi adalah Presiden terbaik dan hebat. Maka pilihan Jokowi pasti orang hebat seperti kepala BPIP. Sebelumnya beberapa kali menuai kontroversi meski sumbernya bukanlah dari Yudian Wahyudi. Melainkan dirasa kurang tingginya pemahaman orang atas gagasan dan penjelasannya. Lebih dari itu, respon negatif adalah bernuansa politik. Tentunya dianggap jauh dari konteks wilayah pembicaraannya. Prinsip dari Yudian Wahyudi pada kebenaran sangat teguh dipegang. Meskipun banyak yang menentang tetaplah konsisten. Hal demikian dibutuhkan untuk setiap pejabat negara. Terlebih dalam merawat kelangsungan berbangsa dan bernegara.
BACA JUGA: Usai Tuan Puan Viral, Jurnalis Narasi TV Milik Najwa Shihab Kini Terancam Hukum Penghinaan Kemenkes
-
Kemudian dari Otoli Zebua pun turut menyampaikan. Nawacitapost merupakan media yang fokus memberitakan 4 pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD (Undang – Undang Dasar) 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhinneka Tunggal Ika. Apabila ada oknum yang mencoba mengganggu 4 pilar kebangsaan, Nawacitapost akan mengambil peran. Terutama untuk meluruskan kesalahpahaman tentang dasar negara. Sehingga masyarakat bisa diedukasi. Sementara Beesokhi Nduru pun menambahkan. Nawacitapost mendukung sepenuhnya kegiatan dan program BPIP. Salah satunya menyiapkan satu kolom khusus BPIP. Yaitu dengan konten yang akan diisi oleh BPIP dan event – event BPIP. Kemudian juga siap memfasilitasi kegiatan – kegiatan yang membuat nilai – nilai Pancasila semakin dalam tertanam. Terlebih di hati anak – anak sekolah. Dimulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Terutama dengan kegiatan kreatif. Misalnya membuat sayembara atau lomba komik tentang Pancasila dalam kehidupan sehari – hari, cerdas cermat Pancasila, mewarnai Pancasila dan sebagainya. Sehingga Pancasila semakin membumi di NKRI. Lalu, banyak gagasan ide yang selanjutnya nanti baik untuk dikerjasamakan dengan BPIP. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Hati – Hati! Ahok Suguhkan Pengabdian Tanpa Batas untuk Bangsa dan Negara