BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !
Foto : Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, Msi, Ephorus Sinode BNKP
Awalnya, sang Ephorus mendengar nama Yasonna tahun 1988. Ketika berkhotbah di HKBP Sibolga Sambas dan bertemu orangtuanya, Ama Yasonna. Seusai ibadah, Ama Yasonna mengajak ke rumah karena mengenal ayah dari sang Ephorus. Ya dari Onowaembo, Gunungsitoli (ponakan keduanya). Waktu itu, hanya mendengar bahwa Yasonna seorang dosen UHN. Yasonna sedang studi di Amerika. Ephorus sungguh salut karena mendengar Ono Niha studi di United State of America (USA) pada program doctor.
BACA JUGA: Muhadjir Effendy, Berawal Penulis dan Wartawan Hantarkan Jadi Menteri
-
Semakin salut ketika bertemu di Nias tahun 1990 dalam rangka kegiatan Parpem PGI Wilayah Sumut. Yang mana Yasonna dan Ephorus diundang sebagai Narasumber. Tepatnya pada seminar tentang Strategi Pembangunan Nias. Yasonna melihat pentingnya peranan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Lalu juga melihat pengembangan pertanian dan pariwisata. Sementara Ephorus memberi penekanan pada pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Ephorus masih terblilang muda dan beda 10 tahun dengan Yasonna. Tetapi jujur dari sang Ephorus, justru motivasi studi ke S2 dan S3 adalah dimotivasi oleh Yasonna.
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
-
Perjumpaan berikutnya adalah saat Yasonna beralih dari dosen menjadi politikus. Menjadi anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara (Sumut). Ephorus menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Nias. Ephorus melihat komitmen Yasonna untuk membantu masyarakat dan selalu ingat Nias. Ephorus sungguh senang pada sosok Yasonna. Memiliki integritas dan spritualitas yang kokoh. Tuhan memberkatinya dengan mempercayakan kepadanya tugas yang lebih besar. Yakni dengan menjadi anggota DPR RI.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
-
Ephorus tahu Yasonna berjuang keras untuk pemekaran provinsi Kepulauan Nias. Ephorus masih ingat waktu itu, akhir Oktober 2014. Ketika sidang Komisi 2 tidak jadi menetapkan otonomi baru, Yasonna sangat sedih. Namun dia tidak putus asa, Berkata dengan penuh tegar. Masih ada waktu ke depan untuk berjuang. Ada cahaya di ujung terowongan. Bahkan ketika KPU menyatakan bahwa dia tidak lolos menjadi anggota DPR RI pada periode kedua. Maka disanalah nyata karya dan pertolongan Tuhan.
BACA JUGA: Menteri Keuangan Terbaik, Wanita Pertama Jabat Direktur Bank Dunia
-
Bagaikan ‘blessing in disquice’ (berkat tersembunyi), Tuhan mengangkatnya dan memberi kepercayaan melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri. Dalam percakapan beberapa kali dengannya, dia cerita bahwa cukup banyak goncangan yang dihadapi. Diceritakaan saat di Nias ataupun Jakarta. Sebab Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) adalah salah satu kementerian yang sangat strategis.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Selain Yasonna seorang yang smart, dia juga tegas dan memiliki strategi yang jitu. Melibatkan para ahli yang cinta Indonesia sebagai Think Tank dalam kementeriannya. Tak lupa juga komunikasi dengan pimpinan partai dan terlebih kepada atasannya. Karena prestasi dan komunikasi yang baik, maka dia diberi kepercayaan untuk kedua kalinya menjadi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Presiden melihat dalam dirinya visi yang jelas, kesetiaan pada NKRI, loyal dan kritis kepada atasannya. Yasonna pula memiliki jiwa pembaharu atau reformasi. Itulah yang dilakukannya di kementerian yang dipimpinnya.
BACA JUGA: BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun
-
Perhatian Yasonna untuk Nias juga cukup besar. Selain terus berusaha memperjuangkan otonomi baru, provinsi Kepulauan Nias, Yasonna turut mendorong kemajuan Nias. Terutama sebagai “Pulau Impian” dengan pariwisata sebagai leading sector pembangunan. Perjuangannya bukan hanya wacana (tenga ha kecekece). Akan tetapi sudah terbukti dengan berbagai kegiatan. Baik lokal maupun nasional. Pelayanan Yasonna juga tampak pada gereja - gereja di Indonesia. Terlebih melalui PGI. Dia banyak memberi sumbangsih tidak hanya pemikiran tetapi juga dukungan finansial. Dia menerima pimpinan gereja yang ingin konsultasi kepadanya sekaitan dengan hukum, asset, perizinan dan legalitas badan hukum gereja. Ephorus ingat, pimpinan sinode GKE, Kalimantan dan GKJW Jawa Timur memintanya untuk menghubungkan dengan Yasonna. Baginya kalau sudah kegiatan gereja, dia tidak menolak. Dia memberi solusi dan bantuan. Bahkan hadir mengunjungi gereja - gereja di daerah. Terakhir Ephorus bertemu Yasonna dalam kegiatan gereja. Adalah ketika dia mewakili Presiden membuka Sidang Raya PGI ke 17 di Sumba.
BACA JUGA: Tjahjo Kumolo, Sang Menteri Pujangga Puitis, Kolektor Barang Antik, Doyan Daging Kambing
-
Sejak di Jakarta, Yasonna menjadi warga jemaat aktif di BNKP Jemaat Tangerang. Dia bersama Marinus Gea aktif mendukung pembangunan jemaat. Dia juga tidak lupa mendukung jemaat - jemaat lain baik yang ada di wilayah Medan sekitarnya maupun lainnya. Yasonna juga memberikan dukungan besar bagi sinode BNKP. Tidak hanya mendukung segala hal yang berkaitan dengan kementeriannya. Akan tetapi juga menghubungkan pimpinan BNKP dengan Menteri yang lain. Seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang dalam rangka pengurusan sertifikat tanah gereja. Dia juga mendukung kegiatan - kegiatan sinode. Baik melalui kehadiran langsung dan ceramah pada persidangan majelis sinode dan rapat pendeta, maupun juga pada pembangunan kantor sinode.
BACA JUGA: Kepulauan Nias Dapil II Sumut Terpilih, Kemanakah Saat Pandemi Covid 19 ?
-
Yasonna punya perhatian besar di BNKP. Pada Natal nasional tahun 2018, dia menjadi ketua umum Natal Nasional. Kala itu, ada banyak di Sumut yang meminta agar menjadi pengkhotbah. Tetapi karena ‘sense of belonging” pada Nias dan BNKP, dia berkata “Kalau punya yang selevel, mengapa tidak dipakai” ? Dalam menggolkan, dia memiliki strategi yang jitu. Sehingga keputusannya diterima dengan baik. Ephorus pun diundang menjadi pengkhotbah pada Natal Nasional, 28 Desember 2018. Masih banyak hal yang tak bisa dilupakan dari Yasonna. Tetapi satu hal yang perlu diketahui tentang dasar dari seluruh aktivitas dan kegiatan pembaharuan yang dilakukannya. Yakni keyakinannya akan penyertaan Tuhan.
BACA JUGA: Sejalan dengan Jokowi, Sarman Simanjorang bersama Para Pengusaha Siap Memasuki New Normal
-
Diungkap dalam Yosua 1:7-9. Dikatakan “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh - sungguh, bertindaklah hati - hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati - hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya. Sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung . 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati. Sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. “
BACA JUGA: Ekonomi, Bobroknya Orde Baru VS Hebatnya Jokowi
-
Nias bersyukur bahwa ada sosok yang luar biasa. Telah mengangkat harkat dan nama Tano Niha dan Ono Niha. Terima kasih Yasonna. Masyarakat Nias semua senantiasa berdoa. Kiranya Tuhan terus memakai Yasonna untuk melayani umatNya di bumi Indonesia tercinta. Tuhan memberkati. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Ray, Penderita Kanker Otot, Butuh Uluran Tangan