NAWACITAPOST.COM — Sebagai bentuk komitmen dalam melindungi warga dari ancaman bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat mengeluarkan instruksi siaga sebelum potensi cuaca ekstrem melanda.
Melalui Sekretariat Daerah, pemerintah secara resmi mengimbau seluruh jajaran camat, lurah, hingga kepala desa untuk meningkatkan level kewaspadaan pada periode 27–28 April 2026.
Langkah preventif ini tertuang dalam surat bernomor BPBD.300.2.3/91/BID.PK/IV/2026 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah, Petrus Pedo Maran. Inisiatif ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap peringatan dini yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Berpredikat Unggul, Unpas Resmi Buka Pendaftaran Gelombang II Tahun 2026
Fokus pada Mitigasi dan Evakuasi Dini
Pemerintah menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Oleh karena itu, para aparat wilayah diminta tidak hanya sekadar menunggu, tetapi aktif melakukan pemantauan rutin. Berikut adalah poin utama arahan pemerintah:
- Peringatan Dini: Mengingatkan masyarakat akan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang.
- Mitigasi Hidrometeorologi: Kewaspadaan tinggi terhadap risiko banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga sambaran petir.
- Tindakan Darurat: Aparat diinstruksikan untuk segera mengambil langkah evakuasi jika situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda bahaya.
"Langkah antisipatif ini diambil karena kondisi cuaca dinilai masih berpotensi menimbulkan bencana. Kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah siap sebelum hal buruk terjadi," tegas pihak pemerintah dalam surat tersebut.
Perhatian Khusus Jalur Aliran Lahar
Secara spesifik, Pemkab Flores Timur memberikan atensi lebih pada wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura. Mengingat letak geografisnya, kedua wilayah ini diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca Juga: Sasar Akreditasi Unggul, Universitas Abdurrab Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
Satu Komando Melalui Informasi Resmi
Untuk menghindari kepanikan dan simpang siur informasi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk:
- Terus memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
- Menjalin komunikasi intensif dengan BPBD Flores Timur.
- Segera melaporkan kejadian bencana secara berjenjang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dengan adanya imbauan sebelum terjadinya puncak cuaca ekstrem ini, Pemkab Flores Timur berharap dampak kerugian, baik materiil maupun jiwa, dapat ditekan seminimal mungkin melalui kesiapan kolektif antara pemerintah dan masyarakat.