news

Di Rakernas PDIP, Jokowi Kritik Uni Eropa Terkait Sawit

Jumat, 10 Januari 2020 | 17:15 WIB
Jakarta, NAWACITA- Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyatakan Indonesia bisa mencapai produksi CPO hingga 100 ton jika lahan per hektar sawit bisa menghasilkan 7-8 ton.

Jokowi mengkritik sawit terkait dengan isu tak ramah lingkungan yang dimunculkan oleh Uni Eropa.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pidato di Rakernas PDIP di Jakarta, Jumat (10/1). Dia menuturkan saat ini ada 13 juta ha lahan sawit dan produksinya mencapai 46 juta ton per tahun.

Ia menyatakan jika produksi dua kali lipat, maka bisa mencapai 100 juta ton CPO. "Per hektare 4 ton, harusnya 7 sampai 8 ton, bisa sampai 100 juta ton," kata Jokowi.

Baca Juga : KPU : Ada Tanda Tangan Ketum PDIP Dalam Surat Permohonan PAW Harun Nasiku


Kemudian mengkritik Uni Eropa yang terus memunculkan isu tak ramah lingkungan. Hal itu, kata dia, karena minyak sawit jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak bunga matahari.

"Uni Eropa munculkan isu tak ramah lingkungan, kenapa munculkan isu terus, karena lebih murah dibandingan dengan minyak bunga matahari," kata Jokowi.

Oleh karena itu, dia meminta agar CPO tak melulu diekspor tetapi dijadikan komoditas macam B20 dan B30. Presiden menegaskan dengan B20 yang berasal dari sawit, maka negara akan menghemat Rp110 triliun per tahun.

Sebelumnya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Pike menegaskan tidak ada larangan impor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dari Indonesia ke Benua Biru.

"Yang saya ingin klarifikasi adalah tidak ada yang namanya larangan untuk impor CPO dari Indonesia. Ekspor dari Indonesia sangat konstan," ujar Pike seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/12).

Tags

Terkini