AN menuliskan bahwa meninggalnya FN akibat kelalaian petugas kesehatan yang tidak seorangpun berada ditempat saat kejadian.
Baca Juga: Dr. Hilarius Duha Lantik Pejabat Setingkat Eselon III dan IV di Nias Selatan
Diceritakan bahwa pada tanggal 3/1/2020, sekitar pukul 14.00 WIB, FN mengalami demam tinggi yang membuat badannya menggigil kesakitan. Saat itu keluarga langsung membawa FN menuju Puskesmas terdekat dengan menggunakan sepeda motor. Namun setelah sampai, kondisi puskesmas dalam keadaan tertutup.
Setelah menunggu hampir sekitar satu jam, pegawai tak jua kunjung datang. Akhirnya, FN yang dalam kondisi demam akut menghembuskan nafas terakhirnya di kaki lima Puskesmas tepat pada pukul 15.00 WIB.
Disampaikan bahwa, sebelumnya sudah diusahakan juga untuk memanggil seorang pegawai yang bertugas di puskesmas setempat yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan lokasi, namun tidak datang.
Melihat kondisi FN yang sudah tidak bernyawa lagi, akhirnya pihak keluarga meminta pihak Puskesmas untuk meminjamkan ambulance, namun, hal itu juga tidak memungkinkan, karena mobil ambulance dalam kondisi rusak kata petugas yang dimaksud. Akhirnya, jasad FN dibawa ke rumah yang jaranknya sekitar 8 km dari lokasi puskesmas dengan menggunakan sepeda motor mio.
Keadaan ini membuat keluarga merasa kecewa dan sedih. Berdasarkan konfirmasi ke pihak keluarga yang sudah dihubungi oleh awak nawacitapost, Keluarga sebenarnya rela membayar biaya mobil ambulance jika diperkenankan untuk digunakan dalam mengantar jenazah FN.
Baca Juga: Ahok Bongkar Mafia Gas, Selama ini Minyak dibeli dari Trader bukan ke Pemasok
Foto: DPP FORNISEL. Tampak dari Kiri ke Kanan: Bendahara, Ketum Fornisel Brigjend Pol. Bahagia Dachi, SH., MH., dan Sekjend Fornisel Beesokhi Ndruru sekaligus sebagai Ketum Ono Ndruru, di sela-sela Perayaan Natal Umum FORNISEL
Merespon keadaan ini, Ketua Umum Ono Ndruru Indonesia, Beesokhi Ndruru, sekaligus sebagai Sekjend FORNISEL (Forum Nias Selatan) dan Wasekjend HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia), akhirnya angkat bicara.
Saat dikonfirmasi dengan beliau via seluler, Beesokhi Ndruru sangat menyanyangkan adanya kelalaian yang terjadi di Puskemas dimaksud.
“Disaat libur dan hari besar, Puskesmas sebagai salah satu pusat layanan kesehatan maka wajib ada tenaga piket. Fungsi kontrol atas piket tersebut juga sangat lemah. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak terlayani dengan baik”’ sebut Beesokhi.
Beesokhi juga berharap bahwa hal ini hendaknya mendapat atensi dari Pemda Nias Selatan, khususnya Bapak Bupati Nias Selatan.
“Kita berharap Pak Bupati Nias Selatan segera memanggil Kepala Dinas terkait dan kepala puskesmas terkait serta memberikan sanksi yang berat akibat kelalaian ini. Ini tidak boleh dibiarkan terjadi. Kalau tidak, kedepannya masyarakat akan kehilangan kepercayaan kepada para petugas di puskesmas. Dan semoga kedepannya hal ini tidak terulang lagi di semua pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Nias Selatan”, tegas Beesokhi mengakhiri.