Baca Juga: Digelar Secara Sederhana, Pelepasan Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri Tanjunganom Penuh Makna
“Dengan adanya kegiatan SKAL ini, kami berharap SMA Negeri 1 Gondang ini bisa menjadi sekolah karya ilmiah, yang pada akhirnya juga bisa mengangkat wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.
Irvan Nur Cahyo salah satu siswa ketika diwawancarai mengatakan bahwa dia memilih melakukan kegiatan SKAL di lingkungan karena tidak tertarik untuk melakukan kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali, karena dirinya berasal dari luar Kecamatan Gondang.
“Saya pribadi, yang pertama saya tidak tertarik, yang kedua karena rumah saya di luar Kecamatan Gondang yaitu Kecamatan Tanjunganom, sehingga keinginan saya adalah untuk lebih mengenal lingkungan alam di Kecamatan Gondang ini,” ucap Irvan Nur Cahyo kepada wartawan Nawacitapost.com .
Baca Juga: Raih Juara Umum Tingkat Kabupaten, Dua Siswa dan Siswi SMA Negeri 2 Nganjuk Ungkapkan Ini
Irvan Nur Cahyo menjelaskan bahwa yang melakukan kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali tidak ada instruksi ataupun arahan dari pihak sekolah melainkan adalah permohonan yang disertai dengan surat dari sebagian siswa-siswi.
“Jadi tidak ada paksaan dari sekolahan untuk mengikuti kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali,” ungkap Irvan Nur Cahyo.
Ditempat yang sama siswi atas nama Priscillia Widya Kusuma Dewi ketika diwawancarai menyampaikan bahwa dirinya melakukan kegiatan SKAL di sekolah, karena tidak tertarik untuk ikut melakukan kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali.
Kalau saya secara pribadi, yang pertama karena saya tidak minat, yang kedua karena teman dekat saya itu juga tidak ikut ke Pulau Dewata Bali, karena waktunya bersamaan dengan kegiatan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan teman saya ini mengikuti atau menjadi peserta kegiatan O2SN,” kata Priscillia Widya Kusuma Dewi.
Priscillia Widya Kusuma Dewi menyatakan dirinya tidak merasa rugi ketika tidak mengikuti kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali, dikarenakan sudah menjadi pilihannya dan tidak ada instruksi ataupun arahan dari pihak sekolah.
“Jadi saya tidak merasa rugi, karena ini sudah menjadi pilihan saya dan sudah berpikir secara matang-matang. Kegiatan SKAL di Pulau Dewata Bali itu pun juga tidak ada instruksi, ataupun arahan, apalagi paksaan dari pihak sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Terkait Kebijakan SMA Negeri 1 Sukomoro, Ketua MKKS SMA Negeri Buka Suara