Tak Sempat Berolahraga, dr Suharyono Kena Dua Penyakit
Nganjuk, NAWACITApost.com - Secara kodrat manusia sebagai makhluk yang tidak dapat menghindari yang namanya penyakit atau sakit, Berdasarkan sifatnya manusia sebagai makhluk dwi Tunggal, yaitu makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial.
Wajar saja jika manusia sebagai makhluk individu kadang bisa sakit disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari lemahnya daya tahan tubuh atau seringnya terpapar kuman, virus, atau parasit. Hal ini bisa disebabkan gaya hidup yang kurang sehat, lingkungan hidup yang tidak higienis, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Manusia juga dikatakan sebagai makhluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
-
Seperti yang dialami dr Suharyono Sp.PD Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono dirinya mengaku bahwa terkena penyakit diabetes dan hipertensi dikarenakan kurangnya waktu olahraga, semenjak dirinya dilantik menjadi Direktur RSD Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
"Semenjak menjadi direktur, aku itu tanggung jawabnya lebih banyak, waktu santai ku juga lebih sedikit banget, aku sekarang itu tidak bisa olahraga, biasanya aku bisa berolahraga yang biasanya bisa seminggu dua kali," kata Suharyono yang biasa akrab dipanggil Haryono, kepada jurnalis Nawacitapost.com pada Selasa (21/11/2023).
Ia menegaskan bahwa, gara-gara jadi direktur dirinya tidak punya kesempatan untuk berolahraga, meskipun tak sempat berolahraga tetap berusaha menjaga kesehatannya dengan berbagai cara untuk bertahan hidup.
"Leh ku olahraga piye? tapi yo tetep berusaha, piye carane ngatur ben umurku dowo (bagaimana saya berolahraga? namun ya tetap berusaha, bagaimana caranya ngatur supaya usiaku panjang red) saya juga punya tuhan dan panjenengan juga punya tuhan," tegasnya.
-
Lanjut Haryono berkata, dikarenakan dirinya menjabat direktur, praktek diluar atau dirumahnya harus dimulai lebih pagi dari biasanya, yang awalnya dimulai pukul 07.00 WIB, saat ini harus dimulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
"Orang yang itu tu nunggu obat, dulu memang iya mulai jam 07.00 WIB, tapi sekarang mulai jam 06.00 WIB sampai jam 08.00 WIB pagi, karena saya harus berangkat ke RSD, bahkan saya pukul 07.30 WIB sudah standby di sini (RSD red)," ucap Haryono.
Haryono menjelaskan bahwa untuk praktek dirumahnya kembali pada sore harinya, namun tidak full atau penuh seminggu melainkan hanya dua hari yakni hari Senin dan Rabu saja.
"Sore saya bukak jam 05.00 WIB, tapi hanya hari Senin dan Rabu saja, karena tanggung jawabnya sebagai direktur, akhirnya kecapean," pungkasnya.(Skr/Sin)