Nganjuk, NAWACITApost.com - Salah satu anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang aktif sebagai Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Prambon, Cabang Nganjuk, Jawa Timur ditusuk menggunakan pisau dapur oleh tetangganya yang juga kenal pada Minggu (1/10/2023).
Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com anggota Banser Prambon tersebut bernama Sumarsono adalah Banser senior yang aktif dalam berbagai kegiatan khususnya di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Prambon, Nganjuk, Jawa Timur.
Terduga pelaku penusukan adalah Purnomo Kasidik (34) warga Desa Sugihwaras, RT/RW 002/006, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dilansir dari berbagai sumber media peristiwa tragis tersebut terjadi ketika Sumarsono melaksanakan ibadah sholat Isya' pada raka'at kedua dan ketika Sujud, di salah satu Masjid Desa setempat ditikam dari belakang dan terduga pelaku yakni Purnomo Kasidik langsung menghilang alias melarikan diri.
Menurut Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Muhamad Rifa'i mengatakan bahwa, memohon kepada jajaran Polsek Prambon, Polres Nganjuk, Polda Jatim, supaya terduga pelaku segera ditangkap supaya tidak terjadi asumsi tertentu.
"Karena saat ini sudah 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam belum ada penangkapan, sehingga beberapa personel anggota Banser Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) kesabarannya mulai berkurang, takutnya bergerak tanpa sepengetahuan kami pimpinan alias mengumpulkan Massa untuk bergerak tanpa komando," kata Muhamad Rifa'i melalui seluler pada Rabu, (4/10/2023).
Ketua PC GP Ansor Nganjuk memastikan kalau ada pergerakan tertentu itu bukanlah instruksi namun apalah daya sebagai pimpinan dikarenakan mereka pernah mengenyam pendidikan yang sama diarena kebanseran yang tidak lepas dari penjiwaan yakni jiwa korsa.
"Mungkin ketika ada keluarga yang lain tersakiti mereka juga tidak akan tinggal diam, karena jiwa korsa tadi, secara komando kita memang pimpinan, namun ketika mereka bergerak secara diam-diam dan tidak berkoordinasi dengan pimpinan, apakah kita bisa menjamin karena massa Banser yang banyak," jelasnya.
Rifa'i menegaskan bahwa, dirinya sudah memberikan himbauan kepada seluruh anggota Banser, namun kayaknya mereka sudah menurun kesabarannya dikarenakan keluarganya tersakiti dan belum mendapatkan keadilan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Satkorcab Banser Nganjuk Muhamad Musbikin mengatakan bahwa, saat ini Banser se-Kabupaten Nganjuk sudah mulai geram.
"Saya selaku Kasatkorcab berharap kepada pihak kepolisian supaya segera menangkap terduga pelaku, jangan sampai berlarut-larut karena kalau ini hingga satu minggu tidak ada tanda-tanda ditemukan, kami tidak bisa meredam amara Banser karena tidak satu dua orang namun ribuan," kata Muhamad Musbikin yang biasa disapa akrab Bikin pada Kamis, (5/10/2023).
Bikin menambahkan, dan meminta kepada pihak kepolisian cepat selesaikan karena seluruh Banser di Kabupaten Nganjuk sudah banyak chat WhatsApp dan telepon menanyakan kelanjutan dari kasus tersebut.
"Mulai dari pertanyaan, Bagaimana kelanjutannya kok belum ditemukan, apakah kita harus bergerak sendiri dan lain sebagainya," imbuh Bikin menirukan desakan personil Banser se-Kabupaten Nganjuk.
Lanjut Bikin, sekali lagi saya berharap dari pihak kepolisian segera menanggapi dan menangkap si pelaku.