BACA JUGA: Munarman Dapat Kado Istimewa Ramadhan, Rizieq Shihab Bak Mati Kutu
Hal ini tentu termotivasi dalam diri Yosafat dalam rasa kepedulian terhadap masyarakat. Sehingga dia juga membangun rasa kepedulian didalam jajarannya. “Kita juga melakukan penjualan hasil produksi WBP ke petugas – petugas dan mitra - mitra kita, untuk membantu wbp dalam mendapatkan premi untuk mereka. Dan juga masa seperti ini, kita juga membuka penitipan makanan dari keluarga WBP dan membuka layanan langsung cek lewat videocall, setiap hari Rabu, Kamis, Jumat. Tidak lupa tetap menjaga protokol kesehatannya,” jelasnya.
Foto : Kalapas Salemba Yosafat Rizanto
BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar
Yosafat bersama jajaran pun masih giat dalam merancang akselerasi digital. “Rencana kami sedang merancang aplikasi terkait dengan layanan kunjungan WBP, layanan integrasi, layanan pengaduan, layanan informasi dan layanan hasil karya WBP, untuk mengurangi pertemuan dan kontak langsung dengan keluarga pengunjung/WBP. Dengan semua dapat dilihat melalui aplikasi tersebut, dan yang jelas untuk terhindar dari pungli dan gratifikasi. Jadi semua dapat di download dalam aplikasi tersebut. Nanti tinggal diantar saja di Lapas untuk diproses dan untuk mengurangi keluarga WBP datang ke tempat kami untuk proses itu, “tambahnya.
-
“Dan hari ini juga kami membebaskan WBP sebanyak 22 orang untuk asimilasi di rumah. Pagi kami melaksanakan upacara secara virtual dilaksanakan pukul 08.00 WIB. Peserta pejabat struktual dan staf. Lalu juga dilanjutkan dengan pembenahan di Lapas Salemba. Yang kita lakukan adalah perbaikan tempat mandi, saluran air dan pembuangan dan jalur pembuangan air serta kotoran. Sehingga bersih dan tidak bau. Menerapkan budaya bersih dan sopan santun dan yang utama beribadah sesuai agamanya masing – masing sebagai tempat tobat dalam menjalankan pidananya, dengan tulus dan ikhlas,” tandas Kalapas Salemba. (Ayu Yulia Yang)