Senin, 28 September 2026

Inovasi Pangan Lokal: Wali Kota Bekasi Dorong Kreasi Menu Bergizi Sehat Terjangkau

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 28 September 2026 | 21:19 WIB

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi melangkah tegas dalam mentransformasi pola konsumsi masyarakat lewat penguatan inovasi pangan lokal.
 
Langkah strategis ini digelorakan demi mendongkrak kualitas gizi publik sekaligus memutus rantai ketergantungan pada bahan pangan impor dan makanan instan.

Pesan krusial tersebut digaungkan langsung oleh Wali Kota Bekasi di tengah gelaran Lomba Cipta Menu Berdaya Lokal yang mengusung tema “Menu Emas Harga Pas untuk Balita Sehat: Kreasi Menu B25A Berbasis Ubi dan Protein Nabati”.
 
 
Ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwa kuliner bergizi tinggi dapat lahir dari bahan-bahan domestik yang murah dan mudah didapat.
 

Dalam arahannya, Wali Kota Bekasi menumpukan perhatian utama pada urgensi pemenuhan protein untuk menopang tumbuh kembang anak secara optimal.
 
Ia menggarisbawahi bahwa kecukupan gizi sejatinya tidak diukur dari kuantitas piring makan semata, melainkan dari presisi kualitas serta keseimbangan nutrisi di dalamnya.
 
Baca Juga: Duka Nasional: Jenazah Guruh Soekarnoputra Dikebumikan di Samping Makam Ibunda Fatmawati

“Konsumsi protein harus terus ditingkatkan. Kita perlu membangun kesadaran bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujar Wali Kota Bekasi.

Skenario diversifikasi pangan ini sejatinya telah lama dianyam Pemkot Bekasi. Salah satu pilar yang terus diperkuat adalah penanaman pohon sukun sebagai alternatif karbohidrat lokal potensial untuk mengikis ketergantungan masyarakat pada tepung terigu.

Namun, perbaikan kualitas hidup tidak berhenti di meja makan. Wali Kota menyoroti fenomena pergeseran gaya hidup modern yang dikepung maraknya konsumsi junk food serta gempuran gawai yang memicu pola hidup minim gerak (sedentary lifestyle).

“Lifestyle sehat itu bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagaimana kita bergerak dan menjaga keseimbangan hidup. Penggunaan karbohidrat yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik perlu kita perbaiki bersama,” katanya.
 

Melalui integrasi program pangan dan kesehatan, Pemkot Bekasi bertekad menanamkan paradigma baru: bahan segar berbasis lokal harus menjadi raja di rumah sendiri, menggeser dominasi makanan serba instan.
 
Masyarakat diajak menoleh kembali pada kekayaan kulinari tradisional yang kaya gizi, seperti tahu campur khas Jawa Timur yang secara alami memadukan protein nabati dan bahan segar berimbang.

“Generasi sekarang perlu kembali mengenal makanan tradisional. Banyak makanan daerah yang sebenarnya memiliki nilai gizi baik karena menggunakan bahan segar dan berkualitas,” jelasnya.

Komitmen Pemkot Bekasi dipastikan tidak berhenti pada sebatas selebrasi lomba. Seluruh program pemenuhan gizi dirancang berjalan secara terintegrasi dari hulu ke hilir—mencakup edukasi masif, kepastian pasokan pangan, hingga pengawasan ketat di lapangan.
 

Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wali Kota menegaskan pengawasan berkelanjutan menjadi harga mati agar standar mutu nutrisi tetap terjaga.
 
Ajang kreasi menu MBG diposisikan sebagai wadah pemantik kreativitas warga dalam melahirkan resep-resep sehat yang ramah kantong.

“Menu-menu kreatif hasil karya masyarakat Kota Bekasi nantinya dapat dikembangkan dan dipublikasikan sebagai inspirasi bersama. Kita ingin masyarakat ikut berperan dalam menciptakan menu sehat, bergizi, dan terjangkau,” ungkapnya.

Sebagai aksi nyata penguatan rantai pangan lokal dari hulu, Pemkot Bekasi telah menjadwalkan program Gebrak Pasar (Gerakan Kembali ke Pasar) pada Jumat mendatang.
 
Gerakan ini dirancang untuk mengajak masyarakat kembali berbelanja bahan pangan segar sekaligus menghidupkan denyut ekonomi pasar rakyat di Kota Bekasi.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini