nasional

BMN Desak Presiden Prabowo Tutup Jalur Diplomasi dengan Malaysia Usai Penembakan PMI

Selasa, 28 Januari 2025 | 17:05 WIB
Ketua Umum Buruh Migran Nasional (BMN), Adi Kurniawan. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Ketua Umum Buruh Migran Nasional (BMN), Adi Kurniawan, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil sikap terhadap insiden penembakan yang terjadi di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/01/25).

Insiden tersebut melibatkan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang menembak sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI), menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Adi menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh APMM tersebut tidak dapat diterima dalam kondisi apapun. Menurutnya, peristiwa ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang harus segera direspons oleh Presiden Republik Indonesia, yang merupakan pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Tindakan APMM tersebut tidak bisa dibenarkan apapun alasannya. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran HAM yang mesti disikapi langsung oleh Presiden Republik Indonesia yang merupakan pemimpin seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Senin (28/01/25).

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Lebih lanjut, Adi juga mengungkapkan bahwa insiden semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2012, lima pekerja migran asal Nusa Tenggara Barat (NTB) juga ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan kriminal. Insiden tersebut masih meninggalkan luka bagi keluarga korban hingga saat ini.

Adi menegaskan bahwa kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa PMI di Malaysia tidak diperlakukan dengan baik dan bahkan sering kali mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. “Artinya jelas bahwa PMI kita di Malaysia tidaklah diperlakukan baik terlebih diperlakukan tidak manusiawi dan dimanusiakan. Menurut saya inilah momentum bagi Presiden dalam membuktikan keseriusannya dalam membela dan melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia di manapun berada,” tambah Adi.

Adi Kurniawan juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Luar Negeri, untuk menutup jalur diplomasi dengan Malaysia sampai kasus ini mendapatkan penyelesaian yang adil. Ia mendesak agar pemerintah Malaysia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, termasuk memecat para pelaku penembakan dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Baca Juga: Viral! Bocah di Nias Selatan Dianiaya Keluarga hingga Cacat  

Sebelumnya, lima warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pekerja migran ditembak oleh APMM di perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (24/01/25), yang menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap PMI di luar negeri.

Tags

Terkini