Dekrit darurat tersebut melarang aktivitas politik, aksi mogok, hingga demonstrasi, dan memberi otoritas militer untuk menindak pelanggaran.
Langkah ini memicu protes besar-besaran dari masyarakat, yang berujung pada pengunduran diri sejumlah menteri, termasuk Menteri Pertahanan Kim Yong Hyun.
"Saya sangat menyesal dan bertanggung jawab penuh atas kebingungan yang terjadi akibat darurat militer ini," kata Kim dalam pernyataannya sebelum mengundurkan diri.
Yoon, yang sempat mengirim tentara ke Majelis Nasional untuk menghentikan anggota parlemen menolak dekritnya, akhirnya mencabut status darurat militer enam jam kemudian.
Namun, kerusakan telah terjadi. Rakyat Korea Selatan turun ke jalan, menuntut pengunduran dirinya dari jabatan presiden.
Penangkapan ini menorehkan sejarah baru, menjadikan Yoon Suk Yeol presiden pertama Korea Selatan yang ditangkap saat masih menjabat.