nasional

Tanpa Tenaga Asing, PIK 2 Bakal Serap Ribuan Pekerja Lokal  

Kamis, 19 Desember 2024 | 11:38 WIB
PIK 2 bakal serap ribuan tenaga kerja lokal. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2) yang diinisiasi oleh entitas usaha Sugianto Kusuma atau Aguan melalui PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), telah menyerap perhatian publik karena pencapaiannya. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah keberhasilan proyek ini dalam menciptakan lapangan kerja besar-besaran tanpa melibatkan tenaga kerja asing.

Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menjelaskan bahwa proyek ini telah melibatkan sekitar 6.500 tenaga kerja lokal. "Bayangkan pekerja yang terlibat di sini, kita sudah berhitung sekitar hampir 6.500 pekerja. Itu satu orang pun tidak ada [dari China dan asing]," ungkapnya dalam unggahan di akun YouTube Agung Sedayu Group (ASG) pada Selasa (17/12/2024).

Meski demikian, Nono mengakui adanya keterlibatan kontraktor asing pada tahap awal proyek, khususnya selama proses reklamasi. Saat itu, pihak Agung Sedayu Group bekerja sama dengan sejumlah kontraktor dari China, Belgia, Amerika Serikat, dan Belanda.

Peran kontraktor asing ini terbatas pada pengangkutan pasir yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Lampung dan Bangka Belitung. “Ini lain lagi, waktu reklamasi kan ada kapal-kapal itu dipakai untuk ambil [pasir] di Lampung di Babel. Kemudian untuk reklamasi dan kontraknya ada dari China, Belgia, dari Amerika, dari Belanda. Itu sama-sama setelah selesai ya mereka pulang, kan kontraktor,” tambah Nono.

Baca Juga: Sejarah Pantai Indah Kapuk: Dari Reklamasi hingga Jadi Kawasan Hunian Elite  

PSN PIK 2, yang dirancang sebagai green area dan eco-city, memiliki nilai investasi mencapai Rp65 triliun. Proyek ini diharapkan mampu menyerap 6.235 tenaga kerja langsung dan menciptakan efek pengganda hingga melibatkan 13.550 tenaga kerja tambahan.

Berdasarkan catatan, proyek ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari PSN setelah mendapatkan dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Dukungan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan lokasi strategis PIK 2 yang berdekatan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulauan Seribu dan Kota Tua – Sunda Kelapa.

Pengembangan kawasan PIK 2 Tropical Coastland direncanakan berlangsung secara bertahap. Pada tahap pertama, rencana pembangunan meliputi danau serta tempat ibadah yang akan dijadikan destinasi Wisata Taman Bhineka.

Proyek tahap awal ini dijadwalkan rampung dan dapat dibuka untuk umum paling lambat pada kuartal ketiga tahun 2024. Melalui proyek ini, Agung Sedayu Group berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Tags

Terkini