NAWACITAPOST.COM - Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan alat masak listrik gratis kepada masyarakat penerima manfaat.
Bantuan Alat Masak Listrik Program rice cooker gratis Kementerian ESDM RI ini merupakan bukti nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada seluruh masyarakat Indonesia, namun jumlah penerima manfaat nya belum bisa diketahui, atau belum bisa dirinci.
Penyaluran melalui Kantor PT POS termasuk penerima manfaat masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi juga menerima bantuan Alat Masak Listrik Program rice cooker gratis ini diantaranya penerima Ibu Masdalinar warga Lenggopan, Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah.
"Ia pak, hari ini saya menerima bantuan alat masak listrik gratis dari Pemerintah melalui Kantor PT POS Pasir Pengaraian .Saya berterima kasih kepada Bapak Prabowo dan Bupati Sukiman atas bantuannya kepada kami masyarakat kurang mampu," ucap Masdalinar dengan senang setelah menerima alat masak listrik dari Pimpinan PT POS Pasir Pengaraian, Kamis (5/12/2024).
Dikutip dari sejumlah media nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan alat masak berbasis listrik (AML) atau rice cooker kepada rumah tangga.
Bantuan ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui terkait bantuan AML dari ESDM:
Kriteria penerima bantuan adalah rumah tangga yang memiliki daya listrik 450–1300 volt ampere dan tidak memiliki alat masak listrik. Alat masak listrik yang diberikan harus memiliki kandungan dalam negeri yang dibuktikan dengan sertifikat TKDN.
Alat masak listrik yang diberikan harus sesuai Standar Nasional Indonesia dan memiliki label hemat energi. Alat masak listrik yang diberikan harus memiliki kapasitas minimal 1,8–2,2 liter dan berfungsi untuk memasak nasi, menghangatkan, dan mengukus.
Alat masak listrik yang diberikan dihiasi stiker yang bertuliskan "Hibah Kementerian ESDM" dan "Tidak untuk diperjualbelikan". Program ini diharapkan dapat menghemat LPG, mengurangi subsidi impor LPG, dan meningkatkan penjualan listrik.