nasional

Ini Cara Cerdas Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Mengoptimalkan Anggaran Militer

Kamis, 10 November 2022 | 15:53 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kanan) bersama KSAL Laksamana Yudo Margono (kiri) dalam suatu acara militer.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan melibatkan Badan Informasi Geo Spasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut menunjukkan bahwa panjang garis pantai Indonesia tahun 2018 adalah 108.000 Km. Panjang pantai Indonesia berada pada urutan nomor dua setelah Kanada.

Baca Juga : Panglima TNI Andika Perkasa Wujudkan Butir Satu Program Nawacita Presiden Jokowi


Bahkan, luas lautan Indonesia mencapai 3.273.810 km² atau lebih luas dari daratan. Bentangan yang luas itu, menjadikan lautan kita kaya akan sumber daya. Mulai dari minyak bumi, hewan laut, serta yang ada dibawah laut.

Supaya, itu tetap terjaga dan bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia, dibutuhkan keamanan laut yang prima dan optimal. TNI Angkatan Laut  sebagai garda terdepan, tentu harus dibekali peralatan canggih, untuk menjaga kedaulatan laut kita.

Terkait ini, anggaran militer menjadi salah satu pijakannya. Ternyata anggaran militer kita dibagi kepada 3 matra : AD, AL, AU, mencapai 0,9 persen dari GDP kita, jelas Andika Perkasa dalam perbincangannya bersama Media Nawacita Indonesia, awal November 2022.

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam penjelasan pada Parlemen Senayan, bahwa anggaran Kementerian Pertahanan dsepakati sebesar Rp 136,9 triliun untuk RUU APBN Tahun Anggaran 2021. Namun, itu belum terbagi pada 3 matra di TNI.

Panglima TNI sebagai pimpinan tertinggi 3 Matra, menyambut baik, anggaran yang telah disepakati, yang aliran dananya melalui Kementerian Pertahanan.

“Intinya saya berusaha membuat, dari segi keamanan nasional, bahwa negara kita harus semakin kuat, tetapi secara realistis. Artinya realistis, kalau kita bicara kuat kan, macam-macam, kita harus punya segala macam, dengan begitu kita siap menghadapi siapa saja, tetapi di lain sisi kita memang harus hidup dalam realistis, dan realitanya (keuangan negara -  APBN) memang memberikan yang terbaik sebenarnya, walaupun dalam presentasi GDP, anggaran militer negara kita besarannya hanya 0,9 persen,” tandas menantu dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke-11, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono ST., SH., M.H.

Bagi saya, yang paling penting adalah konsistensi, dan  ternyata pemerintah sudah konsisten,  dengan cara memberikan anggaran pertahanan yang persentasenya sedikit sedikit terus naik, tuturnya.

Walaupun, kalau dibandingkan (kita kan biasanya, suka membandingkan dengan negara lain), banyak negara (tidak semua) yang persentase dari GDP anggaran pertahanan itu, di atas 1 persen lebih, tapi kan menurut saya itu tidak perlu kita diskusikan lagi. Karena yang terpenting pemerintah sudah memberikan yang terbaik, tuturnya.

Sebab pemerintah kan punya prioritas misalnya untuk Kesehatan, dan Pendidikan. Sehingga gak bisa juga, kami (TNI) egois. Karena, kalau kita mau kuat, maka kita harus mendapat anggaran pertahanan lebih besar, yaitu keinginan semuanya, tapi kita juga harus memahami, sebagai bagian dari tim, saya melihat diri saya sebagai bagian dari tim work pemerintah, bagian dari tim work adalah bagaimana kita mewujudkan dengan anggaran yang ada, yang sudah diberikan pemerintah mewujudkan seoptimal mungkin, saya merasa saya harus berpikir, kreatif.

Padahal, kalau diikutin kan gak cukup, mislanya kita punya kapal (AL) ratusan, maunya kita punya kapal induk, freegat, dan macam-macam lah, tapi kan menurut saya kita juga punya cara lain, saya sudah berusaha keras untuk menemukan  jalan menuju ke Roma kan, tidak hanya satu jalan, kan begitu, saya merasa sudah berusaha keras untuk menermukan jalan itu, yaitu dengan cara kita bekerja sama dengan negara-negara tetangga.

Terkini