NAWACITAPOST.COM - Pemerintah sedang merancang program perumahan rakyat yang memungkinkan masyarakat memiliki rumah dengan skema pembiayaan jangka panjang hingga 30 tahun.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa program ini bertujuan agar cicilan rumah lebih terjangkau bagi masyarakat dari berbagai kalangan, baik untuk rumah rakyat, rumah menengah, maupun kelas lainnya.
“Kita akan mendorong juga scheme financing di mana mortgage ini (tenor) yang hanya 15 tahun, kalau bisa jadi 30 tahun,” ujar Erick, dikutip Jumat (8/11/2024).
Ia berharap, perpanjangan tenor ini dapat mengurangi beban cicilan masyarakat yang memiliki anggaran terbatas sehingga memiliki hunian sendiri menjadi lebih terjangkau.
Baca Juga: BRI Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui AgenBRILink
Di tempat terpisah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerja sama lintas kementerian. Menurutnya, Kementerian PKP akan berkolaborasi dengan Kementerian BUMN untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang saat ini tidak terpakai.
Aset-aset ini nantinya akan digunakan untuk membangun rumah murah guna mengurangi biaya produksi. "Kalau variable biayanya berkurang, harusnya harga rumahnya berkurang enggak? Maka dari itu, tolong doakan ya semoga itu bisa jalan,” kata Ara.
Selain itu, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menambahkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi investor asing untuk ikut serta dalam proyek pembangunan 3 juta rumah, yang menjadi salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2024-2029.
Namun, keterlibatan investor asing dibatasi hanya untuk pembangunan 1 juta rumah, sedangkan 2 juta rumah lainnya akan diberikan khusus kepada kontraktor lokal di perdesaan.
Baca Juga: Kunjungi Kepulauan Nias, HIMNI Tagih Janji Bobby Nasution
"Nah, 2 juta rumah itu setiap tahun di pedesaan reserve untuk pengusaha kecil, kontraktor kecil dan 1 juta terbuka untuk siapapun. Bapak-bapak mau ikut silahkan, yang besar-besar. Kenapa, karena kita sadar kita butuh backbone, kita harus buka perfomance bond. Ini harus,” ujarnya.