Minggu, 19 Juli 2026

BRI Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui AgenBRILink

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 8 November 2024 | 10:16 WIB
Pada September 2024, volume transaksi  melalui AgenBRILink sudah menembus Rp1.170 triliun. (Istimewa)
Pada September 2024, volume transaksi melalui AgenBRILink sudah menembus Rp1.170 triliun. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) telah melakukan langkah strategis dengan mengurangi jumlah kantornya untuk mendorong inklusi keuangan serta memperkuat ekonomi berbagi (sharing economy) bagi masyarakat. Per September 2024, jumlah kantor BRI tercatat sebanyak 7.594, turun signifikan dari tahun 2020 yang mencapai 9.030 kantor.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan bahwa sebagian layanan perbankan kini dialihkan melalui AgenBRILink yang tersebar di berbagai tempat usaha masyarakat. " “Layanan kantor yang ditutup kemudian dialihkan kepada para AgenBRILink yang tersebar di warung-warung," Sunarso, Jumat (8/11/2024).

Sunarso menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi BRI tahap kedua, BRIvolution 2.0, yang bertujuan menjadikan BRI sebagai "The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion." Dalam fase ini, inklusi keuangan menjadi fokus utama.

"AgenBRILink dimaksudkan untuk memastikan terjadinya sharing ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang secara inklusif melibatkan partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya,” terang Sunarso.

Baca Juga: Kunjungi Kepulauan Nias, HIMNI Tagih Janji Bobby Nasution

BRI memahami bahwa meskipun digitalisasi terus berkembang, sebagian besar masyarakat Indonesia belum sepenuhnya siap. Banyak nasabah yang lebih nyaman dengan layanan perbankan melalui agen di sekitar tempat tinggal mereka.

"Bahkan, jangankan digital, ke bank saja masih enggan, masih lebih senang lewat warung-warung yang sifatnya dekat dengan rumah. Tapi intinya adalah masih butuh physical presence dan personal touch," jelas Sunarso.

AgenBRILink dirancang untuk memberikan layanan yang mirip dengan kantor cabang BRI dalam bentuk agen. Para agen tersebut dapat berupa warung, toko kelontong, dan tempat usaha lainnya, dengan tujuan menjangkau masyarakat di daerah yang belum terjangkau layanan bank formal.

Saat ini, AgenBRILink terus bertumbuh dan telah mencapai 1,022 juta agen di seluruh Indonesia pada tahun ini, naik tajam dari sekitar 75 ribu agen pada tahun 2015. Dari sisi bisnis, layanan ini juga berkontribusi besar, dengan BRI menerima fee sebesar Rp1,5 triliun pada tahun lalu dari transaksi melalui AgenBRILink.

Baca Juga: BRI Peduli Latih UMKM untuk Menembus Pasar Internasional

Sunarso menambahkan bahwa agen-agen tersebut memperoleh dua kali lipat dari fee yang diterima BRI, dengan perkiraan total fee yang diterima oleh AgenBRILink di seluruh Indonesia mencapai Rp2,5 hingga Rp3 triliun.

Data menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan fisik masih tinggi. Pada 2023, volume transaksi melalui AgenBRILink mencapai Rp1.427 triliun, sementara pada September 2024, volume transaksi sudah menembus Rp1.170 triliun.

"Dengan merelakan menutup sebagian cabang-cabangnya dan bisa tetap melayani masyarakat justru lebih dalam, lebih luas, dan kemudian lebih menjangkau masyarakat lebih banyak. Dan ternyata transaksi lewat warung-warung itu volumenya sangat besar,” tambah Sunarso.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini