NAWACITAPOST.COM - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja finansial positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,96 triliun, mengalami kenaikan 14,7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 1,71 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih yang mencapai Rp 4,79 triliun, naik 4,7 persen dari Rp 4,57 triliun pada tahun lalu. Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki, mengungkapkan bahwa pendapatan berkelanjutan atau recurring revenue turut berkontribusi signifikan pada performa perusahaan.
"Recurring revenue naik 11 persen menjadi Rp 3,81 triliun, yang sebagian besar berasal dari pendapatan retail mall dan office leasing," ujarnya, Rabu (30/10/2024).
Pendapatan retail mall tercatat sebesar Rp 2,54 triliun, naik 10 persen dari Rp 2,32 triliun di tahun lalu. Sektor sewa kantor juga mengalami lonjakan sebesar 17 persen, mencapai Rp 275 miliar, sementara sektor hospitalitas tumbuh 14 persen menjadi Rp 987 miliar dari sebelumnya Rp 867 miliar.
Baca Juga: PT Summarecon Agung Rilis Proyek Baru Summarecon Tangerang
Pakuwon Jati juga mengalami dinamika di segmen development revenue. Selama sembilan bulan pertama 2024, pendapatan dari pengembangan properti mencapai Rp 981 miliar, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp 1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Minarto menjelaskan bahwa pendapatan perseroan terbagi atas beberapa segmen 53 persen berasal dari retail leasing, 21 persen dari hotel dan apartemen, 6 persen dari sewa kantor, 10 persen dari penjualan kondominium, 9 persen dari rumah tapak, dan 1 persen dari perkantoran.
Pakuwon Jati mencatatkan marketing sales senilai Rp 1,13 triliun hingga triwulan III 2024. Penjualan terbesar datang dari proyek apartemen seperti Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon Residences Bekasi, Eastcoast Mansion Surabaya, dan Kota Kasablanka Jakarta, serta penjualan unit rumah di Grand Pakuwon dan Pakuwon City.
Sekitar 64 persen dari marketing sales ini didukung oleh program insentif PPNDTP yang diperkenalkan pemerintah sejak triwulan IV 2023. Komposisi penjualan selama sembilan bulan 2024 terbagi atas 47 persen rumah tapak dan 53 persen kondominium serta perkantoran.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tragis Kru TV One di Tol Trans Jawa
Adapun hingga September 2024, PWON telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,3 triliun. Anggaran itu akan difokuskan untuk pembiayaan proyek Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya, dan pembelian lahan di Semarang, Yogyakarta, serta kawasan Pakuwon City.
Kinerja Pakuwon Jati yang terus tumbuh menunjukkan peningkatan di berbagai segmen, meski ada sedikit penurunan di sektor development revenue. Langkah strategis perseroan dalam memperluas portofolio dan investasi di proyek-proyek unggulan menunjukkan prospek yang menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang.