nasional

Deltamas Catatkan Prapenjualan Rp1,44 Triliun  

Rabu, 16 Oktober 2024 | 22:29 WIB
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), berhasil mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,44 triliun selama 9 bulan pertama tahun 2024. Angka ini mencapai sekitar 80% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp1,81 triliun.

Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan prapenjualan pada periode yang sama di tahun 2023 yang tercatat Rp1,37 triliun. Pada semester I/2024, perseroan melaporkan prapenjualan sebesar Rp1,1 triliun, sementara di kuartal I/2024 marketing sales tercatat sebesar Rp322 miliar.

Dominasi penjualan lahan industri terus menjadi penggerak utama kinerja perseroan hingga periode ini. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa sepanjang 9 bulan pertama 2024, lahan industri seluas 45 hektare telah terjual.

"Lahan industri tetap mendominasi penjualan kami, terutama dengan permintaan yang besar dari sektor data center," ujar Tondy dalam siaran persnya, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga: Proyek Rusun ASN di IKN Nusantara, 16 Unit Segera Rampung Akhir Oktober 2024

Lebih dari 70% penjualan lahan tersebut berasal dari tenant data center, yang menjadi pasar utama dalam pengembangan kawasan industri Kota Deltamas. Melihat permintaan yang terus meningkat, terutama di sektor data center, Tondy menambahkan bahwa perseroan optimistis mampu mencapai target marketing sales tahun 2024.

"Kami melihat permintaan lahan industri lebih dari 90 hektare, mayoritas berasal dari sektor data center," katanya.

Selain penjualan lahan, PT Puradelta Lestari juga fokus pada peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas di Kota Deltamas untuk menarik lebih banyak investor dan tenant. Kinerja positif perusahaan tak hanya tercermin dari angka prapenjualan, tetapi juga dari pertumbuhan laba bersih.

Pada semester I/2024, DMAS mencatatkan laba bersih sebesar Rp803,27 miliar, meningkat 33,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp1,2 triliun, tumbuh 24,35% secara tahunan. Dari total pendapatan tersebut, segmen industri menyumbang Rp1,1 triliun atau sekitar 95%.

Tags

Terkini