nasional

Kecam Insiden Kemang, Pramono Anung: Pembubaran Diskusi Tak Sesuai Prinsip Demokrasi

Selasa, 1 Oktober 2024 | 21:48 WIB
Pramono Anung. (X)

NAWACITAPOST.COM - Calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, menyampaikan kekecewaannya atas pembubaran diskusi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi di negara yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi seperti Indonesia.

"Dalam negara demokrasi, pembubaran diskusi atau kegiatan serupa tidak bisa dibenarkan. Terpilih atau tidak terpilih sebagai gubernur, saya berpendapat bahwa kebebasan berpendapat harus tetap dijaga," ujar Pramono di Pesanggrahan, Selasa (1/10/2024).

Pramono menekankan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Ia berharap insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. "Kita semua sepakat bahwa kebebasan berbicara adalah bagian dari demokrasi. Pembubaran diskusi, apalagi hanya karena perbedaan pendapat, tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Insiden pembubaran diskusi di Hotel Grandkemang pada Sabtu (28/9/2024) ini dipicu oleh aksi kelompok yang menamakan diri sebagai Forum Cinta Tanah Air. Diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Tanah Air (FTA) tersebut dihadiri sejumlah tokoh yang dikenal kerap mengkritik pemerintah, seperti pakar hukum tata negara Refly Harun, mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, dan Said Didu.

Baca Juga: Debat Perdana Pilkada Jakarta 2024 Segera Digelar di JIExpo Convention Centre  

Aksi pembubaran tersebut berujung pada penangkapan lima orang, yaitu FEK, GW, JJ, LW, dan MDM. Dari kelima orang yang ditangkap, hanya FEK dan GW yang ditetapkan sebagai tersangka. FEK berperan sebagai koordinator lapangan, sedangkan GW dituduh merusak properti hotel.

Menurut informasi, Hotel Grandkemang sudah mengantongi izin keramaian dari kepolisian, dan mereka telah memberitahu tentang adanya unjuk rasa yang direncanakan di depan hotel. Namun, situasi bereskalasi ketika beberapa pelaku dilaporkan memasuki area dari belakang hotel dan melakukan perusakan.

Polisi kini masih mengejar beberapa pelaku lain yang terlibat dalam insiden tersebut, dan penyelidikan lebih lanjut tengah berlangsung.

Tags

Terkini