NAWACITAPOST.COM - Bakal calon gubernur Jakarta, Pramono Anung, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk melanjutkan seluruh program yang telah dirintis oleh para gubernur sebelumnya jika ia berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2024.
Bersama calon wakil gubernur, Rano Karno, Pramono yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berjanji untuk memastikan bahwa pembangunan di ibu kota tidak lagi bersifat terputus-putus dan sporadis.
Dalam sebuah pernyataan di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/8/2024), Pramono mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kebiasaan para pemimpin sebelumnya yang sering kali tidak melanjutkan program-program pendahulunya. Menurutnya, hal ini menyebabkan terhambatnya perkembangan kota Jakarta.
"Semuanya akan kita lanjutkan dan kita akan lakukan perbaikan karena nggak bisa pembangunan itu dilakukan sepotong-potong," ujar Pramono, dikutip Senin (2/9/2024).
Baca Juga: Pramono Anung dan Rano Karno Janji Berikan Home Base untuk Persija
Pramono, yang memiliki pengalaman luas sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode, menegaskan bahwa ia sudah sangat memahami seluk-beluk permasalahan Jakarta. Pengalamannya dalam kabinet membuatnya terbiasa dengan berbagai isu strategis, mulai dari kemacetan, pembangunan infrastruktur seperti LRT dan MRT, hingga masalah urban lainnya yang selama ini menjadi fokus pemerintah pusat.
"Saya selama 2 periode sebagai Seskab seluruh sidang kabinet, saya memahami sehingga pembahasan soal LRT, MRT, kemacetan di Jakarta, persoalan yang ada di Jakarta itu yang dibahas di kabinet, saya memahami," jelas Pramono.
Selain itu, Pramono menekankan bahwa meskipun tagline dan gimik kampanye penting untuk menarik perhatian publik, namun yang lebih penting adalah kontinuitas dalam pembangunan. Baginya, pembangunan di Jakarta harus berfokus pada upaya untuk memperbaiki dan mengembangkan apa yang telah dirintis, bukan sekadar menciptakan program-program baru yang belum tentu berkelanjutan.
"Tagline penting, gimik penting, tapi yang tidak kalah penting adalah kontinuitas dalam pembangunan. Tidak perlu terlalu banyak program baru, yang terpenting adalah fokus dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan," tegasnya.