nasional

Gelar Aksi Protes, Ribuan Pengemudi Ojol dan Kurir Mogok Narik

Kamis, 29 Agustus 2024 | 10:21 WIB
Gojek gelar demonstrasi. (X)

NAWACITAPOST.COM - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir dari berbagai komunitas di Jabodetabek akan turun ke jalan hari ini, Kamis (29/8/2024), untuk menyuarakan tuntutan mereka dalam sebuah aksi demonstrasi besar-besaran. Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengungkapkan bahwa aksi ini direncanakan dimulai pada pukul 12.00 WIB, dengan titik fokus di sekitar Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

"Aksi akan dimulai pukul 12.00 WIB, dan fokusnya di sekitar Medan Merdeka saja, termasuk Patung Kuda. Informasi dari rekan-rekan, ada sekitar 500 hingga 1.000 pengemudi ojol dari berbagai komunitas yang akan ikut serta," ujar Igun, dikutip Kamis (29/8/2024).

Para pengemudi ojol dan kurir merasa semakin terdesak oleh kebijakan perusahaan aplikasi yang dinilai tidak adil dan merugikan. Menurut Igun, salah satu alasan utama mereka menggelar aksi ini adalah karena hingga saat ini, status hukum ojek online masih dianggap ilegal oleh pemerintah, tanpa adanya dasar hukum yang kuat berupa undang-undang.

"Status hukum ojek online hingga kini masih ilegal tanpa adanya legal standing berupa undang-undang. Akibatnya, perusahaan aplikasi bisa bertindak semena-mena tanpa ada solusi dari platform, dan pemerintah pun tidak bisa memberikan sanksi tegas," jelas Igun.

Baca Juga: Pilkada Jateng: Adu Kekayaan Andika Perkasa Ahmad Luthfi, Siapa Lebih Tajir?

Mogok Narik

Sebagai bagian dari aksi protes, ribuan pengemudi ojol akan menghentikan operasional mereka, atau yang biasa disebut mogok "narik," selama aksi berlangsung. Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON), Andi Gustanto, mengkonfirmasi hal ini dan menyatakan bahwa seluruh pengemudi ojol yang berpartisipasi dalam aksi akan mematikan aplikasi mereka mulai pukul 12.00 WIB.

“Kami atas nama driver ojek online se-Jabodetabek dan se-Indonesia akan nonaktifkan aplikasi dan tidak menerima orderan dalam bentuk apapun (food, ride, dan paket) pada tanggal 29 Agustus 2024 sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” kata Andi.

Andi juga meminta masyarakat untuk memahami situasi ini dan mencari alternatif transportasi lain selama aksi berlangsung. Hal ini mengingat layanan dari berbagai platform seperti Grab, Gojek, Maxim, Shopee, dan Lalamove kemungkinan besar akan terganggu.

Di tengah rencana aksi ini, Gojek, salah satu platform terbesar di Indonesia, menegaskan bahwa operasional mereka akan tetap berjalan normal. Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, menyampaikan bahwa layanan Gojek akan tetap tersedia bagi konsumen, dan pihaknya telah mengimbau mitra pengemudi untuk tidak terprovokasi oleh aksi demonstrasi.

Baca Juga: KPU RI Tetapkan 580 Anggota DPR Terpilih Periode 2024-2029, PPP Gagal Lolos ke Senayan  

"Kami menegaskan bahwa operasional Gojek akan tetap berjalan normal dan konsumen dapat tetap menggunakan layanan Gojek seperti biasa," ujar Rosel.

Rosel juga menekankan bahwa Gojek selalu terbuka terhadap aspirasi mitra pengemudi, terutama yang berkaitan dengan tarif. "Kami selalu menghimbau agar aspirasi disampaikan secara kondusif dan tertib. Selama ini, mitra driver aktif Gojek juga menyampaikan aspirasinya melalui berbagai wadah komunikasi formal yang telah kami sediakan,” tambahnya.

Aksi demonstrasi ini menjadi bukti bahwa masalah dalam ekosistem transportasi online di Indonesia belum menemukan solusi yang memadai. Para pengemudi ojol dan kurir merasa bahwa hak-hak mereka sebagai mitra aplikasi terus diabaikan, baik oleh perusahaan maupun pemerintah.

Halaman:

Tags

Terkini