nasional

Kemenlu dan UNIDO Ajak Berbagai Pihak Kolaborasi untuk Pembangunan IKN yang Ramah Lingkungan

Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:22 WIB
Kemlu dan UNIDO ajak berbagai pihak untuk berkolaborasi. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Indonesia sedang berkomitmen untuk mengubah Ibu Kota Negara (IKN) menjadi simbol kemajuan dan persatuan bangsa. Dengan visi menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang hijau, cerdas, inklusif, dan berkelanjutan, pemerintah menghadapi tantangan dalam mengelola perkembangan kota ini agar bebas dari permasalahan urban seperti kemacetan, kepadatan populasi, dan polusi.

Untuk mewujudkan visi ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama United Nations Industrial Development Organization (Unido) baru-baru ini mengadakan workshop bertajuk "Cities of Tomorrow: Collaborative Strategies for New Cities" di Fairmont, Jakarta pada 12 Agustus 2024.

Workshop yang dihadiri oleh 70 peserta ini melibatkan 17 narasumber internasional dan lokal dari berbagai sektor, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, universitas, LSM, dan lembaga penelitian.

Fokus utama acara ini adalah pada tiga isu penting, yakni pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, pembangunan ramah lingkungan, dan pembiayaan inovatif. Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Tri Tharyat, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mendukung pembangunan IKN, dengan harapan dapat menarik investasi serta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terbaik.

Baca Juga: Peringati HUT ke-76, Polwan Gelar Napak Tilas di Bukittinggi

UNIDO, diwakili oleh Mr. Jie Zhao, memberikan pujian atas perencanaan visioner Indonesia dalam pembangunan IKN. Ms. Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator in Indonesia, juga menyatakan kesediaan untuk membantu dalam memobilisasi pendanaan melalui skema blended financing, seperti yang telah diterapkan dalam program pemberdayaan kaum perempuan dan pemuda.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk selesainya Istana Garuda dan jembatan Pulau Balang.

Narasumber Mr. Alfonso Vegara dari Fundación Metrópoli, Spanyol, menyarankan agar Indonesia memanfaatkan potensi Balikpapan dan Samarinda untuk menyediakan tenaga kerja terampil guna mempercepat pengembangan IKN.

Kerja sama antara Kemlu dan UNIDO dalam workshop ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berdampak dalam menghadapi tantangan urbanisasi serta mempercepat pembangunan IKN. Selanjutnya, Indonesia akan berbagi pengalaman dan kemajuan terkait IKN di acara Bridge for Cities yang akan diadakan di Markas Besar UNIDO di Wina, Austria, pada Oktober 2024.

Tags

Terkini