NAWACITAPOST.COM - Sejak diberlakukannya kebijakan pungutan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali pada 14 Februari 2024, pendapatan dari sektor ini telah mencapai angka Rp 185,5 miliar.
Namun, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengungkapkan bahwa jumlah ini masih jauh dari potensi maksimal yang bisa dicapai, terutama selama musim liburan puncak seperti saat ini.
Menurut Tjok Bagus, jumlah tersebut hanya mewakili sekitar 40 persen dari total wisatawan asing yang mengunjungi Bali.
"Pada high season seperti sekarang, jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali bisa mencapai 18.000 orang per hari. Namun, masih banyak dari mereka yang lolos dari kewajiban membayar pungutan," ujarnya, Senin (12/8/2024).
Pungutan sebesar Rp 150.000 per wisatawan asing ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Wisatawan Asing, yang kemudian didetailkan dalam Pergub Nomor 36 Tahun 2023.
Baca Juga: Ridwan Hisjam Dorong Jokowi Jadi Ketua Umum Golkar
Dana yang terkumpul dari pungutan ini dialokasikan untuk melestarikan adat dan budaya Bali, sebagai bentuk perlindungan terhadap kekayaan budaya yang menjadi daya tarik utama pulau tersebut.
Namun, pelaksanaan di lapangan masih menemui berbagai kendala. Salah satunya adalah belum tersedianya gate system yang ideal untuk memudahkan proses pungutan di pintu masuk bandara.
"Kondisi di lapangan saat ini belum memungkinkan untuk memasang gate scanner di pintu masuk. Ini menjadi salah satu tantangan utama yang perlu segera diatasi," jelas Tjok Bagus.
Untuk saat ini, pembayaran pungutan dilakukan melalui aplikasi "Love Bali," yang mewajibkan wisatawan asing membayar sebelum mereka tiba di Bali. Namun, kendala teknis dan kurangnya sosialisasi membuat banyak wisatawan tidak mengetahui atau melewatkan kewajiban ini.
Meskipun begitu, Pemprov Bali terus mengevaluasi dan mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ini. "Tujuannya adalah agar semua wisatawan asing yang datang benar-benar berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya Bali," kata Tjok Bagus.