Zainul Arifin juga memimpin pelatihan militer di Cibarusa dan setelah proklamasi kemerdekaan, ia menjadi anggota BP KNIP yang merupakan embrio MPR/DPR. Aktif di parlemen, ia mewakili partai Masyumi dan Nahdlatul Ulama hingga wafat pada 2 Maret 1963. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 4 Maret 1963
4. Amir Hamzah
Tengku Amir Hamzah, lahir di Langkat pada 28 Februari 1911, adalah salah satu pemuda yang mencetuskan bahasa Melayu sebagai embrio bahasa Indonesia. Sebagai anggota Jong Sumatranen Bond, ia ikut aktif dalam pembentukan Hari Sumpah Pemuda dan mempelopori persiapan Kongres I Indonesia Muda se-Indonesia.
Amir Hamzah wafat pada 20 Maret 1946 di Langkat. Atas jasa-jasanya, Amir Hamzah diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106/ tahun 1975, tanggal 3 November 1975.
Baca Juga: PDIP Dukung Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi untuk Pilgub Banten 2024
5. Adam Malik
Haji Adam Malik, lahir di Pematang Siantar pada 22 Juli 1917, berperan penting dalam pembesaran nama Indonesia selama zaman kolonial Belanda dan Jepang. Pada 19 Agustus 1945, ia membacakan dekrit untuk membentuk tentara keamanan republik.
Sebagai Ketua III KNIP, Adam Malik memimpin rapat PPKI dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperjuangkan kemerdekaan hingga wafat pada 5 September 1984. Pada tahun 1982, Adam Malik menerima Dag Hammarskjöld Award dari PBB. Ia juga ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 107/TK/1998.
6. A.H. Nasution
Jenderal Besar TNI Kehormatan Abdul Haris Nasution, lahir di Kotanopan pada 3 Desember 1918, adalah seorang militer dan pemikir yang bergabung dalam kesatuan militer Belanda dan kemudian BKR serta TKR setelah kemerdekaan. Nasution menjadi Kepala Staf Komandemen Jawa Barat yang bermarkas di Tasikmalaya hingga wafat pada 6 Desember 2000. Ia dianugerahi sebagai gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 2002 setelah dua tahun kematiannya.
7. Kiras Bangun
Kiras Bangun, lahir di Sumatera Utara pada tahun 1852, dikenal dengan julukan Garamata. Ia terlibat dalam Perang Sunggal di Deli dan memimpin perlawanan melawan Belanda bersama pasukannya dari Teli Kuru atau Karo Gunung hingga wafat pada 22 Oktober 1942. Kiras Bangun dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2005.
Baca Juga: Summarecon Bandung Luncurkan Klaster Hillary, Hunian Modern di Tengah Kota
8. Teuku Muhammad Hasan
Teuku Muhammad Hasan, lahir di Sigli pada 4 April 1906, adalah salah seorang pendiri Republik Indonesia yang memegang berbagai jabatan penting seperti menteri dan komisaris negara. Ia menjadi Gubernur Sumatera Utara setelah kemerdekaan dan wafat pada 21 September 1977. Teuku Muhammad Hasan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 085/TK/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006