NAWACITAPOST.COM - Moch Ali Imron, salah satu calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lolos seleksi administrasi dan membuat pernyataan yang mengejutkan. Ia sesumbar siap menyiapkan peti mati untuk dirinya sendiri jika terbukti terlibat korupsi setelah terpilih sebagai pimpinan KPK.
"Setelah nanti dilantik (jika lolos), saya akan menyiapkan peti mati untuk diri saya sendiri," kata Ali Imron, dikutip Senin (29/7/2024).
Ali Imron menegaskan keseriusannya dalam memberantas korupsi dengan siap dihukum mati jika dirinya terlibat dalam praktik korupsi. Ia menyatakan bahwa peti mati yang disiapkan akan disimpan di gedung KPK sebagai pengingat komitmen tersebut.
"Ketika saya terpilih dan dilantik, saya akan siapkan kontrak, silakan hukum mati saya jika saya korupsi dan memakai peti mati yang saya siapkan sendiri. Kita taruh peti mati itu di gedung KPK," tegasnya.
Baca Juga: Sambut HUT ke-79 RI, Kemenkum HAM Gelar Kejuaraan Menembak Pengayoman Cup 2024
Ali Imron kemudian mengkritik keras kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK yang menurutnya harus dihukum mati agar memberikan efek jera. Menurutnya, KPK harus menjadi lembaga independen yang benar-benar bersih untuk bisa membersihkan institusi lainnya.
"Itu harus dihukum mati sebetulnya, biar jera. KPK sudah dibayar sama negara dan negara juga harus ikut andil memperbesar pendapatan, memenuhi kebutuhan KPK biar tidak terjadi korupsi. Saya duduk di sana, bismillah secara lahir batin, saya ingin memperbaiki negeri ini," ujarnya.
Ali Imron, dosen di STIE Kusuma Negara, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa motivasi utamanya mengikuti seleksi capim KPK adalah karena keprihatinannya terhadap kemiskinan yang disebabkan oleh korupsi. Ia merasakan langsung dampak kemiskinan karena berasal dari keluarga miskin.
"Salah satu motivasi kenapa saya ikut seleksi capim KPK adalah melihat kondisi anak bangsa yang terjerat kemiskinan. Saya salah satu orang yang lahir dari keluarga miskin," katanya.
Baca Juga: Ahok: Siap Melayani Jakarta Jika Warga Berikan Kesempatan Lagi
Ali Imron percaya bahwa korupsi adalah penyebab utama kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, ia bertekad untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.
Rekam jejak Moch Ali Imron ternyata ia adalah seorang politisi Partai Demokrat. Ali Imron pernah mengkuti kontestasi politik sebagai calon anggota legislatif (caleg). Pada pemilu 2024 lalu, Moch Ali Imron menjadi caleg DPRD DKI Jakarta Dapil VI, namun ia belum berhasil.
Seperti diketahui, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2024-2029 telah mengumumkan bahwa sebanyak 236 orang lulus seleksi administrasi capim KPK dari total 318 pendaftar. Sementara itu, 146 orang lolos seleksi administrasi calon Dewas KPK dari 207 pendaftar.
Para pendaftar yang lulus seleksi administrasi diwajibkan mengikuti tes tulis yang digelar di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kemensetneg, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/7/2024). Tes tulis capim KPK akan dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB.