nasional

Lapas Tanjungpandan Bangun Keakraban dengan Pengunjung Lewat Inovasi Unik KAMPIT

Jumat, 19 Juli 2024 | 20:12 WIB
Lapas Kelas IIB Tanjungpandan di bawah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bangka Belitung (Babel). (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Dalam upaya memberikan pelayanan publik yang unggul, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan di bawah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bangka Belitung (Babel) terus berinovasi. Salah satu inovasi terbarunya adalah KAMPIT, yang merupakan akronim dari "Kamis Melampun di Ruang Tunggu".

Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Gowim Mahali, mengungkapkan bahwa KAMPIT adalah salah satu dari empat inovasi unggulan pelayanan publik di Lapas Tanjungpandan. Program ini digelar setiap hari Kamis di awal bulan di Ruang Pendaftaran Kunjungan dan Informasi.

Pengunjung dapat menikmati berbagai kudapan khas Belitung seperti kue cucur, jungkong, dan keroket singkong, yang disajikan bersama kopi dan teh. Selain itu, suasana ruang kunjungan juga diiringi oleh lantunan instrumen Melayu dan lagu-lagu lokal dari Pulau Belitung.

Gowim menambahkan, inovasi ini bertujuan untuk menciptakan jembatan informasi yang hangat antara masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, dengan petugas Lapas. Dengan suasana yang mirip dengan warung kopi khas Belitung, tidak ada sekat birokrasi yang menghalangi keluarga warga binaan untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan mereka. Semua berbaur tanpa memandang jabatan, menikmati keakraban sambil menyeruput kopi.

Baca Juga: Polsek Tualang Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Rumah Kontrakan

“Kehangatan suasana warung kopi inilah yang kami hadirkan di Lapas Tanjungpandan untuk membangun keakraban dan menyerap aspirasi langsung demi menciptakan lingkungan Lapas yang kondusif,” jelas Gowim.

Salah satu pengunjung, Dedi Maroe, sangat mengapresiasi langkah inovatif ini. Sebagai pendamping keluarga warga binaan yang disabilitas tuna rungu, ia merasa sangat terbantu dengan petugas Duta Layanan yang komunikatif dan transparan. Menurutnya, tidak ada pungutan liar atau perlakuan negatif yang dialaminya maupun keluarganya.

“Terima kasih Lapas Tanjungpandan, inovasi positif ini semoga terus dipertahankan,” ujar Dedi.

Dengan inovasi seperti KAMPIT, Lapas Tanjungpandan berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih humanis bagi semua pihak.

Tags

Terkini