nasional

Maksimalkan Pelayanan Masyarakat, Lapas Kelas IIB Sukabumi Luncurkan Inovasi SiLAPSMI dan e-Paspay

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:07 WIB
Sukabumi, NAWACITAPOST – Bertempat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, Nawacitapost.com pada Kamis (30/09) berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala Lapas Sukabumi, Christo Victor Toar.


Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Sukabumi kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.


Christo menjabarkan, guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Lapas Sukabumi menghadirkan dua inovasi unggulan, yakni aplikasi SiLAPSMI.com dan e-Paspay.



SiLAPSMI.com ialah layanan terhadap masyarakat umum yang dapat diakses melalui aplikasi. Didalam aplikasi SiLAPSMI tersebut masyarakat bisa menemukan segala kegiatan Lapas, program Lapas, hak dan kewajiban WBP seperti pembebasan bersyarat, remisi, CMB, CB dan asimilasi rumah. Selain itu pengaduan masyarakat pun ada dalam aplikasi SiLAPSMI.cDidalam aplikasi SiLAPSMI juga, masyarakat dapat memesan hasil karya WBP. Semua jenis barang dan harganya tertera disana.

Sedangkan e-Paspay adalah layanan bebas dari peredaran uang tunai. Setiap WBP diberikan kartu e-Paspay untuk berbelanja di dalam Lapas Sukabumi yang dikelola oleh koperasi Lapas Sukabumi. Hal itu salah satu upaya Lapas Sukabumi kota untuk menghilangkan korupsi melalui pungli.

-
Warga Binaan Yang Sedang Belanja Barang Dikoperasi



“Pertama saya menggugah dari hati terlebih dahulu, karena apapun pekerjaan yang dikerjakan dari hati, pasti hasilnya akan baik, tetapi masih ada juga beberapa petugas yang tidak peduli akan hal tersebut. Maka saya akan menindak tegas dan akan melakukan pola mutasi internal kepada petugas,” tegas Christo.

Dalam penanganan gratifikasi, Chisto menjelaskan, Lapas Sukabumi membentuk tim penanganan gratifikasi untuk melaksanakan pengarahan dan pemantauan terhadap petugas.

Mengenasi prestasi, pada tahun 2020 Lapas Sukabumi mendapat sertifikat like hygge sanitasi boga untuk dapur tipe B serta peringkat kedua IPA semester kedua.

"Dalam rangka tranparasi, sebelum memasuki area lapas, kami sudah pampang anggaran kami, begitu juga di dalam area lapas. Pemasangan tersebut agar semua orang bisa mengetahui. Dan kami siap saat diaudit, penggunaannya seperti apa. begitu jgua keterbukaan kami terhadap barang makanan, kami selalu mendokumentasikan"Lanjut Christo.

Kedepannya, Christio berharap ada pengurangan WBP karena aslimilasi rumah. Karena Lapas Sukabumi sudah banyak melakukan program asimilasi rumah sekitar 80 WBP yang sudah melaksanakan dengan program tersebut.

Keterbatasan di era pandemi, ditiadakan kunjungan tatap muka, maka Lapas Sukabumi melakukan program pembinaan secara virtual dengan beberapa pembina keagamaan.

“Untuk pembinaan kami melakukan pembinaan kemandirian maupun kepribadian. Salah satu pembinaan kemandirian ialah melakukan pembinaan keterampilan berupa pembuatan kue, menjahit dan beauty class kepada WBP,” ucap Christo.


-
-
-
-





Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Christio mengatakan, Yasonna adalah orang yang tegas dan sangat mengakomodir mengakomodir setiap kebijakan.

“Yasonna adalah orang yang tegas dan sangat mengakomodir keinginan bawahan. Beliau selalu mengakomodir setiap kebijakan,” ujar Christo.





Untuk diketahui, jumlah penghuni Lapas Sukabumi adalah 494 WBP dengan total 22 kamar hunian dengan kapasitas hanya 200 WBP.

“Jumlah WBP 494 orang dengan total 22 kamar hunian dengan kapasitas hanya 200 orang. Artinya kami over kapasitas sekitar 120%,” ujar Christo.

Christo menjabarkan, untuk menyiasati over capacity tersebut, ia melakukan pemindahan WBP sesuai dengan anjuran Direktorat Jendral Permasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat melalui kepada Divisi Jawa Barat.


Tags

Terkini