nasional

Hadapi @TretanMuslim Stok Pil Sabar Dukcapil Melimpah

Jumat, 2 Juli 2021 | 09:00 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST -

Jadi petugas layanan Dukcapil harus super duper sabar. Sudah layanannya full gratis, masih dirusak netizen pula. Bandingkan dengan layanan di perbankan, semuanya serba berbayar tapi masyarakat malah hepi.


Itulah lintasan pemikiran Dirjen Dukcapil Kemendagri  Zudan Arif Fakrulloh, ketika berbicara soal tingginya harapan masyarakat terhadap Dukcapil, satu-satunya instansi yang memberikan layanan administrasi kependudukan dan pemanfaatan datanya untuk memudahkan pelayanan publik.


Dirjen Zudan mengibaratkan upaya memenuhi harapan masyarakat itu, seperti mengisi air yang tidak pernah penuh di gelas. Berapa pun volume gelas diisi, airnya tak pernah penuh karena gelasnya bertambah tinggi.


Sebaliknya, ketika air di gelas meluber akan memberi dampak trickle down effect atau efek menetes ke bawah kepada masyarakat sekelilingnya.


"Harapan masyarakat terhadap layanan Dukcapil terus meningkat. Dulu layanan Adminduk itu berbayar, sekarang diberikan gratis. Dulu layanan Adminduk hanya di kantor Dinas Dukcapil. Sekarang layanan diberikan jemput bola langsung mendekati masyarakat yang membutuhkan. Bahkan bisa diajukan dari rumah secara online sehingga warga bisa mencetak sendiri dokumennya dengan kertas HVS biasa," papar Dirjen Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (1/7/2021).


Contoh konkret yang menggambarkan betapa melimpahnya stok pil sabar petugas Dukcapil, adalah ketika menghadapi rundungan komika @TretanMuslim yang terus nyinyir.


Tretan yang kelahiran Bangkalan, Madura, dan kini tinggal di Tangerang Selatan, memposting di akun IG dan Twitter-nya dan mengaku kesulitan mengakses web Dukcapil Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengurus KTP-el baru. Pria bernama asli Aditya Muslim ini mengakses lewat ponsel.


"Sbnrnya saya g ada masalah dg negeri ini, tp begitu ngurus KTP baru, suruh fotocopy ini itu, bolak balik, pas dateng suruh daftar online, pas online websitenya SAMPAH, call centre ditelpon ga ada yg angkat, ya ada yang salah dengan negeri ini, lbh baik dukcapil ksh ke Microsoft," kicau Trestan, Selasa (29/6/2021).


Dalam database Dukcapil, nama Aditya Muslim tercatat data kependudukannya sejak 2010, dan update data terakhir dan dicetak menjadi KTP-el pada 2013.


Menjawab Tretan, sebuah akun Tiktok @zainusman.com kemudian memposting video tutorial berjudul Balas Cuitan Tretan.


"VT ini utk membuktikan benar tidaknya web dukcapil tangsel gak bs buat ketik isi nama dll #tretanmuslim #dukcapiltangsel #ktp #dukcapil," tulis @zainusman.com.


Lewat videonya, Zain memperagakan mengakses web Dukcapil Tangsel memakai laptop.


"Hasilnya tidak ada masalah, lancar2 saja. Kemungkinan masalah terjadi saat akses web pake HP," tulisnya sembari memberikan jalan keluar, "Solusi: 1. Akses pake laptop; 2. Download aplikasi."


"(Kalau) pake Hape: memang benar seperti yang dibilang Tretan gak bisa ketik-ketik nama. Jadi nya kaya otomatis namanya salah ketik muncul huruf-huruf yang gak kita ketik. Pake laptop: normal2 aja..," kata Zainusman saat dihubungi via WA.


Kadis Dukcapil Kota Tangerang Selatan Dedi Budiawan, saat dihubungi Tim Media Dukcapil mengatakan, kesulitan yang dihadapi @TretanMuslim hanya lantaran tidak mau baca SOP (standar operating procedure).

Halaman:

Tags

Terkini